PANDEGLANG – Minat lulusan SMA dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pandeglang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih terbentur persoalan ekonomi.
Di sisi lain, kuota penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh calon mahasiswa yang membutuhkan.
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, banyak lulusan SMA di Pandeglang ingin melanjutkan kuliah, baik di perguruan tinggi di Banten maupun di daerah lain. Namun, tidak semua calon mahasiswa memenuhi syarat atau berhasil memperoleh bantuan KIP Kuliah.
“Yang pertama tentu masalah ekonomi. Masalah ekonomi ini sebetulnya sudah diberikan intervensi oleh pemerintah melalui bantuan KIP Kuliah,” kata perempuan yang akrab disapa Aci itu, Kamis (16/7/2026).
Menurut Aci, Komisi X DPR RI saat ini membahas perubahan ketentuan penerima KIP Kuliah. Salah satu poin yang menjadi perhatian ialah pengetatan kriteria penerima berdasarkan desil tingkat kesejahteraan.
“Sebelumnya penerima KIP Kuliah bisa berasal dari keluarga hingga desil 6. Sekarang maksimal hanya sampai desil 4. Akibatnya, masyarakat yang berpeluang mendapatkan KIP Kuliah menjadi lebih sedikit,” ujarnya.
Aci menilai, banyak lulusan SMA lebih memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Keterbatasan ekonomi keluarga dan semakin ketatnya syarat penerima KIP Kuliah turut memengaruhi pilihan tersebut.
“Masih banyak pola pikir masyarakat yang setelah lulus SMA lebih memilih mencari kerja. Ditambah lagi dengan aturan desil penerima KIP yang semakin ketat,” ucapnya.
Ia menambahkan, Komisi X DPR RI terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mencari solusi agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan tinggi.
“Mudah-mudahan sebelum semester baru dimulai persoalan ini bisa ada solusinya, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan beasiswa KIP Kuliah,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
