Beranda Pendidikan Selama Pandemi, Begini Cara Mahasiswi Cantik Ini Tetap Sabar Belajar Online

Selama Pandemi, Begini Cara Mahasiswi Cantik Ini Tetap Sabar Belajar Online

911
0
Asfiatul Azqiah, Mahasiswi Universitas Pasundan, Bandung

CILEGON – Banyak sekali sekolah-sekolah yang kini mesti melaksanakan kegiatan belajar-mengajar via online atau daring (dalam jaringan) akibat pandemi. Rupanya hal itu juga dirasakan oleh Asfiatul Azqiah, Mahasiswi Universitas Pasundan, Bandung.

Ditemui di rumahnya, ia mengaku pengajaran selama daring ini dirasa kurang efektif. Apalagi dari jurusan yang ia ambil yakni Teknologi Pangan banyak mata kuliah yang harus melakukan praktikum di laboratorium.

“Sejak bulan Maret, kuliah udah mulai daring. Jujur sih banyak kendala, baik soal teknis dan penyampaian materinya,” keluh Fia, yang saat ini duduk di semester 3, Minggu (25/10/2020).



Ia juga menyampaikan banyak sekali tugas yang diberikan oleh dosen. Belum lagi soal portal web dari kampus yang eror seperti jaringan e-learning yang kurang stabil. Selama pembelajaran di rumah ini ia mengaku sulit fokus karena banyak sekali gangguan.

“Dari kampus kita tuh punya portal akademik SITU FT UNPAS, jarang pakai aplikasi Zoom, kita pakai aplikasi Big Blue Button, makanya bantuan kuota dari pemerintah nggak terpakai di aplikasi ini, Jadi pakai kuota internet sendiri. Boros banget,” lanjut gadis asal Cibeber, Cilegon ini.

Gara-gara sinyal yang kurang stabil juga bikin miss-komunikasi antar mahasiswa dan dosen. Seperti pengumpulan tugas yang gagal diunggah ke situs, jaringan lemah dan putus-putus sehingga dikira absen, dan sebagainya.

Di jurusannya yang ia ambil, mesti ada pengujian bahan dan zat kimia. Di mata kuliah Microbiologi pangan misalnya, ada praktik pengembangbiakkan bakteri, hal itu mesti selalu diawasi tiap hari di laboratorium.

“Pengen cepet normal lagi. Kita udah bayar mahal-mahal untuk alat-alat praktikum, tapi sayang banget nggak dipakai,” tambahnya.

Sementara itu, mengenai penerapan 3M kampusnya cukup kooperatif dan menerapkannya dengan baik. Disediakan wastafel tambahan, saat awal pandemi dan kuliah masih aktif, di kampusnya mahasiswa disarankan memakai masker baik di kelas maupun di ruang laboratorium.

“Semoga pandemi cepat hilang dan kuliah bisa normal lagi. Kangen tatap muka langsung sama dosen dan teman-teman,” harapnya.

Fia mengaku karena terlalu lama tidak masuk kuliah, mood belajarnya jadi menurun. Kalaupun terpaksa harus terus kuliah daring, dia harap untuk praktikum tetap bisa dilakukan offline, bisa dengan cara membagi jadwal masuk mahasiswanya atau dibatasi perkelompok.

(AU/Red/SG)