Beranda Pendidikan Selain Protokol Kesehatan, Jaminan Kesehatan Juga Diperlukan Siswa

Selain Protokol Kesehatan, Jaminan Kesehatan Juga Diperlukan Siswa

948
0
Farid Supriadi, guru di SMK Muhammadiyah Pontang

SERANG – Dewasa ini hampir setiap hari kita mendengar mengenai penerapan protokol kesehatan yang digaungkan oleh pemerintah. Namun rupanya, Farid Supriadi, guru di SMK Muhammadiyah Pontang memiliki pandangan lain.

Menurut Farid, selain menekankan mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan, jaminan kesehatan juga tak boleh luput dari perhatian pemerintah.

“Kesehatan pelajar atau siswa juga perlu terjamin, misal dukungan suplemen/vitamin untuk pelajar sebagai upaya meningkatkan imunitas pelajar. Pemerintah mesti paham kondisi masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Karena yang kami pikirkan bukan hanya soal menjaga protokol kesehatan, akan tetapi juga soal sandang, pangan, dan papan,” keluhnya sewaktu ditemui di tempat mengajarnya di jalan Kelapian No.6 Desa Singarajan Kec. Pontang, Minggu (25/10/2020).



Ia menambahkan, hal lainnya yang dianggap paling penting yakni jaminan agar masyarakat tidak kelaparan.

“Jangan hanya bicara protokol kesehatan, pemerintah juga mesti menjamin tidak ada masyarakat yang kelaparan. Karena kalau kelaparan akan berpengaruh pada imunitasnya yang akan menurun dan tubuh mudah terjangkit virus,” terang bapak satu anak itu.

Di tahun ajaran baru, di awal September proses belajar-mengajar masih dilakukan secara tatap muka langsung, namun berhubung ada imbauan dari Gubernur akhirnya dilakukan secara daring.

“Belajar daring untuk wilayah Pontang dan sekitar itu terkendala pada terbatasnya kepemilikan smartphone dan kuota. Karena kita di pedesaan, dan rata-rata menegah ke bawah, kegiatan daring jadi kurang interaktif,” keluhnya.

Ia juga mengatakan banyak muridnya yang telat mengumpulkan tugas karena ada yang menunggu punya kuota. Kadang siswanya kirim tugas tengah malam. Sebab kuota terbatas juga akhirnya hanya cukup untuk chatting.

Saat ditanyai soal penerapan 3M, Farid berujar sekolahnya sudah menyiapkan semua fasilitasnya, namun karena sekarang pembelajaran via daring, jadi belum terpakai sepenuhnya.

(AU/Red/SG)