Beranda Bisnis Selain Jadi Bisnis Menjanjikan, Porang Kaya Manfaat

Selain Jadi Bisnis Menjanjikan, Porang Kaya Manfaat

Petani Porang asal Desa Sangiang, Kecamatan Mancak. (Nindia/bantennews)

KAB. SERANG – Siapa yang tak kenal dengan mi dan beras shirataki, rekomendasi menu diet yang tren ini ternyata salah satu bahan dasarnya adalah dari porang loh! Tanaman porang atau iles-iles yang dikenal banyak memiliki manfaat kini banyak ditanam oleh para petani di Indonesia termasuk para petani di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak. Tak hanya memiliki banyak manfaat, bisnis porang ini juga sangat menjanjikan loh. Tertarik untuk membahasnya? Yuk simak.

Umbi porang yang sekarang menjadi komoditas primadona ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Porang sendiri merupakan tanaman liar yang tersebar di hutan-hutan dan dapat tumbuh di bawah naungan maupun di sawah. Pertumbuhan porang tidak dipengaruhi oleh musim, saat musim kemarau porang masih dapat bertumbuh dengan baik jika dipupuk dan alang-alangnya dibersihkan.

Imamudin (40), petani porang asal Desa Sangiang ini mengaku dirinya mulai bergelut mempelajari tanaman porang sejak 2017, kemudian pada 2018 ia mulai memberanikan diri untuk membudidayakan porang di lahannya yang seluas 2.000 meter.

“Dulu budidaya porang di lahan sekitar 2.000 meter terus sekarang lahannya saya sendiri sudah 2 hektare,” ujarnya pada BantenNews.co.id, Rabu (23/6/2021)

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Porang ‘Subur Jaya’ ini mengatakan dari budidaya poran tersebut ia bisa meraup keuntungan Rp600 juta hingga Rp700 juta dalam kurun waktu masa panen 1,5 – 2 tahun.

“Kalau mau dapat keuntungan segitu, bibitnya harus yang besar dan biasanya sekilo isinya 2-5 porang baru deh satu bulan saja bisa dapat banyak porangnya,” katanya.

Imam mengolah porang tersebut menjadi bentuk chip atau pipih seperti keripik. Untuk chip sendiri ada yang di jemur menggunakan alam alias sinar matahari dan di panggang menggunakan oven trandisional yang dibuat oleh Imam dan kawan-kawannya.

Porang berbentuk chip tersebut ia jual dengan harga kisaran Rp55 ribu per kilogram sementara porang yang berbentuk basah atau belum diolah, ia banderol dengan harga Rp4.700 per kilogram. Untuk pemasaran umbi porang ini Imam memasarkan ke pabrik-pabrik di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Selain mendapat keuntungan dari porang, Imam menuturkan ia juga mengalami kesulitan ketika masa tanam porang, pasalnya porang yang ia tanam seringkali dicuri. Selain itu, jika porang dihinggapi hama juga akan menghancurkan tumbuhan porang.

“Kalau untuk kesulitan di penjualan bibit maupun chip (porang berbentuk pipih-red) belum ada, tapi porang saya sering banget dicuri walau sudah pakai kamera CCTV aja tetap aja,” ungkapnya.

Tak heran banyak orang yang menginginkan porang sebab umbi-umbian satu ini selain dapat dijadikan bisnis yang menjanjikan untuk diekspor ke Vietnam, China hingga Jepang, porang juga memiliki banyak manfaat terutama untuk yang ingin menurunkan berat badan.

Dijual dengan harga mahal, umbi porang yang memiliki karbohidrat glukomanan sebagai senyawa utama ini ternyata dapat mencegah risiko penyakit diabetes dan jantung, jika dijadikan bahan baku kosmetik dapat mempercantik kulit, dan porang ini juga dapat menjernihkan air.

Banyak banget ya manfaatnya, jadi yang mau berbisnis porang ataupun yang ingin mengolah porang menjadi suatu hal bermanfaat jangan ragu lagi ya.
(Nin/Red)