Beranda Hukum Sekitar 18 Ribu Lulusan SMP Diperkirakan Tak Masuk SMA Negeri di Banten

Sekitar 18 Ribu Lulusan SMP Diperkirakan Tak Masuk SMA Negeri di Banten

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaludin saat dimintai keterangan. (Audindra/bantennews)

SERANG – Daya tampung SMA negeri di Provinsi Banten belum mampu menampung seluruh lulusan SMP yang mendaftar melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten memperkirakan sekitar 18 ribu calon peserta didik tidak akan memperoleh kursi di sekolah negeri dan akan diarahkan ke sekolah swasta maupun pesantren.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaluddin, mengatakan jumlah pendaftar SPMB SMA mencapai lebih dari 100 ribu orang. Namun, peserta yang telah menyelesaikan proses pendaftaran secara daring dan tercatat di sistem sekitar 82 ribu orang.

“Dari jumlah itu, kurang lebih masih ada sekitar 18 ribu siswa yang belum tertampung di SMA negeri. Mereka nantinya diarahkan ke sekolah swasta. Sebagian juga ada yang memilih masuk pesantren atau sekolah swasta lainnya,” kata Jamaluddin, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan Program Sekolah Gratis di sekolah swasta sebagai alternatif bagi siswa yang tidak diterima di SMA negeri. Hingga saat ini terdapat 108 sekolah swasta yang masuk dalam program tersebut, meski jumlahnya masih dalam tahap evaluasi dan berpotensi bertambah.

“Jumlah sekolah gratis saat ini 108 sekolah, tetapi masih dalam tahap evaluasi sehingga masih mungkin bertambah,” ujarnya.

Jamaluddin menjelaskan, sekitar 60.500 peserta telah dinyatakan diterima melalui SPMB. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena proses seleksi, termasuk jalur prestasi nonakademik, belum seluruhnya selesai.

Ia juga membantah anggapan adanya praktik titip-menitip dalam pelaksanaan SPMB. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Jamaluddin mengungkapkan bahwa anaknya sendiri tidak lolos saat mendaftar ke SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 7 Kota Tangerang melalui jalur prestasi akademik, meski memiliki prestasi di cabang olahraga basket.

Baca Juga :  Polres Pandeglang Awasi Penyebaran Hoaks di Pilkades Serentak

“Saya ingin membuktikan bahwa SPMB tahun ini benar-benar clean, clear, tidak ada titip-menitip, dan akuntabel. Anak saya sendiri tidak saya titip. Dia juga tidak lolos di jalur prestasi akademik,” tegasnya.

Menurut Jamaluddin, sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk menyelenggarakan SPMB secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah telah menyiapkan Program Sekolah Gratis sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung SMA negeri.

“Kita juga sudah siapkan Program Sekolah Gratis untuk swasta. Ada sekitar 801 sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Banten, ditambah 10.000 kuota yang diberikan untuk jenjang Madrasah Aliyah,” ujarnya.

Andra menegaskan seluruh proses penerimaan murid baru harus berjalan sesuai aturan dan tidak boleh dipengaruhi oleh intervensi pihak mana pun.

“Siapa pun tidak boleh intervensi, termasuk gubernur. Semuanya harus mengikuti proses dan sistem yang sudah ada,” tegasnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo