CILEGON – Proses asesmen rotasi dan mutasi 10 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) menjadi perbincangan di kalangan ASN Kota Cilegon. Pasalnya, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) bukan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon, Maman Mauludin sebagaimana umumnya.
Walikota Cilegon Robinsar menanggapi persoalan itu dengan santai. Menurutnya, Maman termasuk dalam salah satu pejabat yang turut serta dalam uji kompetensi. Hal itu menjadi alasan Maman tidak menempati Ketua Pansel.
“Sekdanya Eselon II nya kan diwawancarai juga. Semua kita tes uji kompetensinya,” katanya kepada wartawan usai hadir dalam kegiatan di Siangapore Intercultural Schools (SIS) Cilegon, Rabu (24/9/2025).
Robinsar mengungkapkan, tidak ditunjuknya Sekda Cilegon sebagai Ketua Pansel untuk rotasi dan mutasi di kepemimpinannya itu tidak menyalahi aturan.
“Landasan yuridis tanya ke BKPSDM. Itu ada aturannya, jelas, detail, itu tidak menyalahi aturan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Cilegon Joko Purwanto juga menyebut absennya Sekda sebagai Ketua Pansel untuk rotasi dan mutasi jabatan itu telah dikonsultasikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Pertama, kita sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi karena Pak Sekda termasuk yang diuji, maka disarankan Pansel yang dari unsur birokrat dari provinsi. Makanya kita bersurat ke Gubernur untuk menunjuk salah satu JPT untuk jadi Pansel,” ucapnya melalui sambungan telepon.
Ia menegaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa Pansel itu terdiri dari unsur pemerintah, profesional, dan akademisi.
“Seandainya Pak Sekda bukan termasuk yang diuji kompetensi, Pak Sekda lah atau JPT yang lain. Cuma karena semua JPT kita diuji kompetensi, makanya kita memakai provinsi, dan itu arahan dari provinsi,” tegasnya.
Di sisi lain, sebagai informasi pelaksanaan kegiatan assesment atau wawancara untuk rotasi dan mutasi tempo lalu itu diklaim hanya menghabiskan anggaran tak lebih dari Rp25 juta.
“Kalau gak salah gak sampai 25 juta untuk honor dan makan minum,” tutup Joko.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
