Beranda Komunitas Sejumlah OKP di Pandeglang Bakal Bikin Musda KNPI Tandingan

Sejumlah OKP di Pandeglang Bakal Bikin Musda KNPI Tandingan

380
0
Beberapa perwakilan OKP melakukan musyawarah untuk menggelar Musda KNPI tandingan. (Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKP) di Pandeglang yang bakal melakukan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai Musda tandingan dari Musda sebelumnya.

Musda itu bakal mengusung tagline “KNPI Satu Nafas”. Adapun OKP yang akan melakukan Musda itu di antaranya kelompok Cipayung Plus (PMII, GMNI, HMI dan IMM) dan tiga badan otonom (Banom) Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yakni Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah (MD), dan Mathlaul Anwar (MA).

Sebelum melakukan Musda itu, kubu Iin Muhlisin mantan Ketua KNPI Pandeglang berdasarkan Surat Keputusan versi Reno Alfath dengan kubu Juanta mantan Ketua KNPI Pandeglang SK versi Ali Hanafiah yang sempat berseteru melakukan islah terlebih dahulu untuk menyatukan persepsi.







Perwakilan dari Cipayung Plus, Ketua PMII Pandeglang, Yandi Isnendi mengaku sudah siap untuk menggelar Musda tandingan dalam waktu dekat. Dirinya menilai, Musda KNPI sebelumnya bukan dari hirarki yang sama sehingga Cipayung Plus tidak dianggap.

“Pantas saja kami dari Cipayung Plus tak dianggap waktu pelaksanaan Musda pekan lalu, karena versi KNPI-nya berbeda dengan yang sekarang bakal dilakukan Musda,” jelas Yandi, Kamis (30/7/2020).

Hal serupa juga disampaikan Ketua Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim. Kata dia, saat ini puluhan OKP sudah siap melakukan Musda tandingan. “Tadi semua pentolan OKP dengan jumlah sekitar 36 OKP, sudah bersepakat bakal melakukan Musda KNPI Pandeglang satu napas. Rencana Musda ini bukti konkret betapa kuatnya persatuan pemuda di Pandeglang,” katanya.

Di sisi lain, Mantan Ketua KNPI Pandeglang versi Ali Hanafiah, Juanta menyatakan, sudah saatnya KNPI di Pandeglang tidak ada dua versi lagi sehingga perlu adanya kesepahaman antara dirinya dengan kubu Iin Muhlisin.

“Ya, dulu saya yang memulai menjadikan KNPI dua versi di Pandeglang dengan SK Ali Hanafiah pada tahun 2016-2019. Namun saat ini sudah saatnya kita semua bersatu dalam satu wadah saja di KNPI safu napas,” jelasnya.

Sementa itu, Ketua KNPI Pandeglang versi Reno Alfath, Iin Muhlisin mengaku, sangat mengamini dan mengapresiasi semua OKP yang menginginkan agar segera dilakukan Musda KNPI Pandeglang.

“Sebetulnya masa jabatan kami sudah habis pada 2019 lalu. Namun, jelang Musda ini sesuai AD/ART kami bisa memperpanjangnya sampai Musda sukses dilaksanakan. Tentu akan kami perpanjang SK-nya dan sekitar awal bulan Agustus kami laksanakan pra Musda dan Musda,” tambahnya. (Med/Red)