Beranda Pariwisata Sejarah Watertoren Rangkasbitung

Sejarah Watertoren Rangkasbitung

Watertoren Rangkasbitung yang berada di Jalan Jl. RT Hardiwinangun No.5, Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung (Foto Andi/BantenNews.co.id)

LEBAK – Watertoren atau menara air merupakan salah bangunan untuk menopang persediaan air, di salah daerah atau kota. Watertoren saat ini memang tidak digunakan seperti dulu. Tetapi dengan keberadaanya membuktikan, bahwa Watertoren ini merupakan salah satu bukti cangih dan modernnya teknologi zaman dulu.

Watertoren yang keberadaannya masih bisa dilihat yaitu di Kabupaten Lebak, ada dua Watertoren tepatnya di Jalan Jl. RT Hardiwinangun No.5, Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Dan satu Watertoren lainya berada di Jalan Raya Rangkasbitung – Pandeglang tepatnya di Desa Baros, Kecamatan Warunggunung. Dua Watertoren ini dibangun pada waktu yang sama, yaitu pada tahun 1931. Fungsi dua Watertoren ini, menjadi pemasok air bersih di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.

Watertoren Rangkasbitung yang berada di Jalan Jl. RT Hardiwinangun No.5, Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung (Foto Andi/BantenNews.co.id)

Kepala Museum Multatuli Ubaidillah Muchtar mengatakan bahwa adanya Water Toren ini, sebagai tempat untuk menyalurkan air bersih di Kota Rangkasbitung, Minggu (14/11/2021)

“Ketika Multatuli ada disini 1856, Rangkasbitung sudah menjadi Ibukota Kabupaten Lebak. Oleh karena itu, Rangkasbitung membutuhkan pasokan air untuk masyarakat yang ada di kota Rangksbitung,” ucapnya.

Watertoren di Rangkasbitung sendiri, adalah bak penyalur air bersih, untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat yang di Rangkasbitung. Sementara untuk di Warunggunung merupakan salah bak pengontrol jika terjadi, air macet atau masalah bisa dikontrol di Watertoren tersebut.

Sumber air Watertoren ini berada di Gunungkarang, Kabupaten Pandeglang. Dengan Watertoren ini pasokan air bersih di Rangkasbitung bisa terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Watertoren ini ada, untuk kebutuhan air minum masyarakat atau warga di Rangkasbitung. Sumber air dari Pandeglang, kemudian disalurkan ke wilayah Baros Warunggunung dan dialirkan ke Rangkasbitung,” tutup Ubaidillah. (Mg-And/Red)