
TANGERANG – Aroma rempah yang hangat langsung menyambut setiap pengunjung yang melangkah masuk ke Sedjenak Ngejamu. Di tengah menjamurnya kedai kopi dan tempat nongkrong modern, kafe yang berlokasi di kawasan Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang ini menawarkan sesuatu yang berbeda: jamu tradisional yang dikemas dengan cara kekinian.
Suasana kafe yang nyaman dengan sentuhan desain modern membuat Sedjenak Ngejamu jauh dari kesan warung jamu konvensional. Di tempat ini, anak muda bisa menikmati segelas kunyit asam atau beras kencur sambil bercengkerama bersama teman, bekerja dengan laptop, atau sekadar melepas penat selepas beraktivitas.
Fenomena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadi salah satu alasan lahirnya Sedjenak Ngejamu. Tempat ini mencoba menjembatani warisan budaya Indonesia dengan gaya hidup generasi masa kini.
Head Bar dan Kitchen Sedjenak Ngejamu, Basilius Bayu Bagaskara, menuturkan bahwa seluruh menu jamu yang disajikan diracik sendiri dari bahan-bahan rempah pilihan yang diproses langsung di lokasi.
“Kami benar-benar membuat jamu dari nol. Rempah-rempah kami olah sendiri sehingga kualitas dan cita rasanya tetap terjaga. Jamu yang kami sajikan tetap tradisional, hanya penyajiannya yang dibuat lebih modern agar lebih mudah diterima berbagai kalangan,” ujar Bayu.
Bagi sebagian anak muda, jamu masih identik dengan minuman pahit yang identik dengan orang tua. Persepsi itulah yang ingin diubah oleh Sedjenak Ngejamu.
Menurut Bayu, pihaknya berupaya menghadirkan cita rasa yang lebih ringan tanpa menghilangkan khasiat maupun karakter asli jamu tradisional.
“Masih banyak anak muda yang menganggap jamu itu pahit. Karena itu kami mencoba menghadirkan jamu dengan rasa yang lebih ringan dan tampilan yang menarik tanpa menghilangkan manfaat maupun bahan dasarnya,” katanya.
Upaya tersebut terlihat dari beragam inovasi menu yang ditawarkan. Selain jamu tradisional seperti kunyit asam, beras kencur, dan jahe, Sedjenak Ngejamu juga menghadirkan kreasi modern berupa jamu latte. Perpaduan racikan rempah dengan foam susu menciptakan sensasi rasa baru yang akrab bagi para penikmat minuman kekinian.
Di antara berbagai menu yang tersedia, kunyit asam menjadi primadona. Rasa segar dengan perpaduan manis dan asam membuat minuman ini banyak dipilih pelanggan, terutama untuk menemani cuaca Kota Tangerang yang cenderung panas.
Namun Sedjenak Ngejamu tidak hanya mengandalkan jamu. Beragam pilihan kopi, minuman nonkopi, makanan berat, hingga camilan turut melengkapi daftar menu. Konsep tersebut menjadikan tempat ini sebagai ruang yang inklusif bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Berdiri sejak Desember 2025, Sedjenak Ngejamu perlahan menjadi bagian dari tren baru di dunia kuliner lokal. Tempat ini membuktikan bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup modern yang sehat dan menyenangkan.
Dengan harga yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per gelas, Sedjenak Ngejamu menawarkan pengalaman menikmati warisan budaya Indonesia dalam suasana yang lebih dekat dengan generasi masa kini.
Di tengah derasnya arus tren minuman modern dari berbagai belahan dunia, Sedjenak Ngejamu hadir sebagai pengingat bahwa kekayaan rempah Nusantara tetap memiliki tempat istimewa. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari budaya nongkrong yang semakin digemari anak muda.
Tim Redaksi