Beranda Cinta Sebelum Putuskan Menikah, Ketahui Dulu Karakter Pasanganmu

Sebelum Putuskan Menikah, Ketahui Dulu Karakter Pasanganmu

102
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Disaat masa pacaran mungkin semuanya tampak indah dan masalah perbedaan kepribadian tidak terlalu terangkat ke permukaan. Karena itu sangat penting lho untuk mengetahui kepribadian pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Jangan sampai kita terlalu terbuai dengan euforia saat-saat pacaran yang bisa membutakan mata dan kita cenderung mengesampingkan permasalahan perbedaan kepribadian. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka dalam bukunya yang berjudul Things I Wish I’d Known Before We Got Married, Gary D. Chapman, PhD menerangkan mengenai beberapa tipe kepribadian yang dapat diketahui pasangan sejak dini.

Neatniks adalah tipe yang sangat menyukai kebersihan, kerapian, sangat terorganisir dalam menata rumah dan prinsip ‘barang harus dikembalikan di tempat semula’ dipegang teguh. Sedangkan Slobs adalah tipe yang lebih santai, tidak terlalu memerhatikan kerapian dan terkesan jorok bagi tipe neatniks. Jika kedua orang yang memiliki tipe ini menikah, maka mereka harus melakukan kesepakatan bersama untuk mengurangi konflik. Sebagai contoh, suami tipe slobs yang menaruh pakaian kotor tidak pada tempatnya akan menjadi masalah bagi istri tipe neatniks. Masalah simpel tapi bisa memicu konflik.

loading...

Deadsea adalah tipe yang sangat pendiam, lebih suka menganalisa pasangan tanpa mengeluarkan pendapatnya jika tidak ditanya. Sedangkan Babbling Brook adalah tipe yang selalu mengungkapkan apa yang ada di pikirannya dengan memberikan setiap detail dalam ceritanya. Jika kedua tipe ini menikah dan tidak menyadari pribadi masing-masing pasangannya, maka tipe babbling brook merasa tidak diperhatikan oleh tipe deadsea yang selalu diam. Sedangkan tipe deadsea merasa bahwa tipe babbling brook selalu menguasai pembicaraan dan mengontrolnya.

Kedua tipe ini sudah pasti bertolak belakang. Dalam sebuah pernikahan, masalah yang dihadapi pasangan ini adalah perbedaan dalam bertindak. Tipe agresif akan selalu memaksa tipe pasif untuk segera beraksi dan percaya bahwa ‘kita bisa mencapai semua ini’. Sedangkan tipe pasif berpendapat lain, ‘Tunggu dulu. Mungkin ada kesempatan yang lebih baik, jangan terburu-buru!’. Tipe pribadi pasif juga tidak jarang merasa dikontrol oleh tipe agresif. Perbedaan ini yang bisa memicu konflik antar keduanya.

Tipe professor berpikir secara logika dan mereka sangat terobsesi dengan alasan. Segala hal harus ada alasan yang masuk logika. Sedangkan tipe dancer tidak menggunakan alasan, namun menggunakan perasaan. Bayangkan jika mereka berdua berumah tangga tanpa mengetahui tipe masing-masing pasangan. Bisa saja istri dengan tipe dancer ingin mengganti cat rumah hanya karena dia suka dengan warna cat yang baru dilihatnya di toko cat. Sedangkan suami dengan tipe professortidak bisa menerima alasan itu, karena dirasa cat rumahnya masih berumur 1 tahun, bagus dan tidak rusak sama sekali.

Memiliki suami atau istri tipe organisermemang menguntungkan. Tipe ini akan selalu merencanakan sesuatu jauh-jauh hari, contohnya liburan. Mulai dari riset harga pesawat, hotel, tempat wisata yang akan dikunjungi, hingga makanan apa yang akan dimakan saat mengunjungi suatu tempat. Semua direncanakan dengan sangat matang. Sedangkan tipe free spirit lebih spontan dan biasanya mereka memutuskan segala sesuatu sehari sebelumnya sesuai dengan perasaan dan keinginannya saat itu.

Suami istri dengan kombinasi kedua tipe ini sering mengalami frustasi saat liburan karena si tipe organiser sudah merencanakan segalanya jauh-jauh hari dan semua rencananya dikacaukan oleh pasangan dengan tipe free spirit yang memiliki keinginan yang ada di luar rencana. Hal ini perlu diantisipasi dan dicari jalan keluarnya sehingga keduanya sama-sama dapat menikmati liburan yang menyenangkan.

Artikel ini tidak menghimbau kita mencari pasangan yang harus setipe dengan kita. Sama halnya dengan ‘manusia tidak ada yang sempurna’. Namun mengenal pribadi pasangan sebelum menikah dan membicarakannya dengan pasangan adalah salah satu hal yang bisa dilakukan saat masa pacaran. Hal ini dapat mengantisipasi kemungkinan konflik-konflik yang muncul saat mengarungi bahtera rumah tangga. (Red)

Sumber : popbela.com