Beranda Peristiwa Sebelum Hilang Kontak, Ada Foto Lima Jurnalis Dekat dengan GAK

Sebelum Hilang Kontak, Ada Foto Lima Jurnalis Dekat dengan GAK

Gubernur Banten Andra Soni.

PANDEGLANG – Misteri hilangnya lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terus menjadi perhatian tim SAR. Gubernur Banten Andra Soni mengungkap sejumlah petunjuk penting yang diperoleh sebelum kelima jurnalis tersebut kehilangan kontak.

Salah satu petunjuk muncul ketika kelima jurnalis sempat membagikan lokasi atau share location kepada koleganya yang berada di wilayah Lampung.

Namun, tak lama setelah itu, komunikasi dengan mereka terputus.

Andra Soni mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kolega para jurnalis tersebut dari Lampung sempat mencoba menghubungi mereka sekitar pukul 15.03 WIB pada Senin, 7 September 2026.

Saat itu, sambungan komunikasi sudah tidak dapat dilakukan.

“Informasi awalnya, lima orang ini menyampaikan kepada koleganya yang berangkat dari wilayah Lampung. Saat itu disampaikan serloknya. Kemudian sekitar pukul 15.03, kawan-kawan dari Lampung mencoba mengonfirmasi atau menelepon, dan saat itu sudah tidak bisa dihubungi,” kata Andra saat meninjau Posko Pencarian di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Petunjuk lain yang kini menjadi bagian penting dalam pencarian adalah sebuah foto terakhir yang memperlihatkan keberadaan kelima jurnalis tersebut di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Menurut Andra, foto tersebut diambil sekitar pukul 18.13 WIB pada 7 September 2026. Lokasi dalam foto disebut berada sangat dekat dengan pusat aktivitas erupsi GAK.

“Informasi terakhir yang disampaikan kepada kita adalah foto yang tadi sama-sama kita lihat, foto di lokasi yang sangat dekat sekali dengan pusat erupsi, sekitar pukul 18.13 pada tanggal 7,” ujarnya.

Dua petunjuk tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang digunakan tim SAR untuk menentukan area pencarian. Tim gabungan terus menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan lima jurnalis beserta awak kapal yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Baca Juga :  Letusan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Jangkau Lampung Selatan

Proses pencarian, kata Andra, menghadapi kendala kondisi cuaca. Angin yang cukup kencang pada sore hari membuat operasi pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Berdasarkan evaluasi selama dua hari, tim SAR akan lebih mengoptimalkan pencarian pada pagi hari ketika kondisi perairan dan cuaca dinilai lebih memungkinkan.

“Informasi yang kami dapatkan dalam proses SAR ini, saat sore hari anginnya sangat kencang. Sehingga dalam analisa atau evaluasi yang dilakukan oleh tim SAR selama dua hari ini, proses pencarian akan dimaksimalkan pada pagi hari,” jelasnya.

Selain menggunakan armada pencarian melalui jalur laut, upaya pencarian dari udara juga dilakukan. Tim SAR telah memanfaatkan drone untuk membantu memantau wilayah yang menjadi sasaran operasi.

Andra memastikan pencarian terhadap lima jurnalis tersebut akan terus dilakukan secara maksimal. Ia berharap seluruh jurnalis, ABK dan kapten speedboat yang berada dalam perjalanan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kita berharap yang terbaik. Saya sangat berdoa dan berharap sahabat-sahabat kita yang sedang melaksanakan tugas ini kita temukan segera dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Sebelumnya, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu serta Donal, jurnalis freelance. Mereka berangkat bersama tiga orang awak kapal.

Hingga Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

Penulis : Mg-Madani Prasetia

Editor: Wahyudin