KAB. SERANG — Seba Baduy 2026 kembali menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan pemerintah. Sekitar 300 warga Baduy datang ke Pendopo Bupati Serang, Minggu (26/4/2026), membawa hasil bumi sekaligus pesan tegas pemerintah jangan abai.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyambut rombongan dan menekankan nilai yang ia lihat dari kehidupan masyarakat Baduy yaitu sederhana, jujur, dan taat pada aturan.
“Kita harus meneladani kesederhanaan, kejujuran, dan ketaatan seperti yang mereka jalani sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan tradisi Seba bukan sekadar seremoni tahunan. Masyarakat Baduy membawa hasil bumi sebagai simbol syukur sekaligus menjaga hubungan dengan pemerintah.
“Tradisi ini harus kita jaga dan hormati sebagai kearifan lokal Banten,” katanya.
Namun, pesan yang dibawa warga Baduy tidak berhenti pada seremoni. Jaro 12, Saidi Putra mengingatkan fungsi Seba sejak dulu sebagai pengingat bagi pemerintah agar tidak melupakan rakyat.
“Seba itu supaya pemerintah tidak lupa, masyarakat tidak resah, negara kuat dan agama teguh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar aturan adat tidak diabaikan. Menurutnya, kelalaian menjaga nilai dan aturan bisa berujung penyesalan.
“Jangan sampai aturan ini hilang. Kalau tidak diperhatikan, bisa jadi penyesalan,” ujarnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Usman Temposo
