Beranda Peristiwa Sawah Tertimbun Lumpur, Petani Bayah Tuding Dampak Aktivitas PT Cemindo Gemilang

Sawah Tertimbun Lumpur, Petani Bayah Tuding Dampak Aktivitas PT Cemindo Gemilang

Material lumpur memenuhi petakam sawah di Bayah Lebak. (Istimewa)

LEBAK – Puluhan hektare sawah di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kehilangan produktivitas setelah tertimbun lumpur yang diduga berasal dari aktivitas PT Cemindo Gemilang (CG). Para petani mengaku tidak lagi bisa menggarap lahan mereka secara optimal sejak 2024.

Aliyudin, salah seorang warga, mengatakan lumpur yang menutupi area persawahan membuat tanaman padi sulit tumbuh dan hasil panen merosot drastis.

“Saat ini area persawahan sudah banyak lumpur dan sudah tidak produktif. Lumpur tersebut berasal dari atas dan turun ke sawah. Walaupun dipaksa digarap dan ditanami padi, hasilnya tidak maksimal,” kata Aliyudin saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).

Menurut Aliyudin, lumpur itu diduga berasal dari bendungan penampungan air milik PT Cemindo Gemilang yang jebol. Air bercampur lumpur kemudian mengalir ke lahan pertanian milik warga dan menimbun sawah.

“Di atas tadinya dibuat bendungan. Karena tidak kuat menahan air, bendungan itu jebol dan air bercampur lumpur mengalir ke sawah warga,” ujarnya.

Aliyudin mengakui perusahaan telah memberikan kompensasi kepada sejumlah pemilik sawah. Namun, menurutnya, nilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang harus ditanggung petani akibat hilangnya sumber penghasilan selama bertahun-tahun.

“Itu tidak sesuai. Apalagi kalau dihitung dari penghasilan sawah setiap tahun, kompensasinya jauh dari yang dijanjikan,” katanya.

Ia juga mengaku warga berkali-kali meminta kepastian penyelesaian kepada perusahaan. Namun hingga kini, warga hanya menerima janji tanpa realisasi yang jelas.

“Sudah ditanyakan, tapi hanya diberi janji-janji. Katanya sawah mau dibeli, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Warga juga bingung karena sawah sudah tidak bisa digarap,” ungkapnya.

Warga berharap perusahaan segera memberikan kepastian penyelesaian, mengingat lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka kini tidak lagi menghasilkan.

Baca Juga :  Anggota KSB Harus Siaga Dalam Setiap Kondisi Kebencanaan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Cemindo Gemilang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd