Beranda Sosial dan Budaya Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Distribusikan Bantuan untuk...

Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Distribusikan Bantuan untuk Gempa Bumi di Cianjur

Kondisi bangunan pasca Gempa Cianjur, Kabupaten Jawa Barat - foto istimewa

CIANJUR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Gempa bumi tersebut berpusat di Kabupaten Cianjur dan menimbulkan korban dan dampak kerusakan. Data terakhir dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa (22/11/2022) mencatat, 268 orang meninggal dunia imbas gempa tersebut, 1.083 orang luka-luka, 151 orang dalam pencarian, dan 58.362 orang mengungsi tersebar di beberapa titik.

Save the Children menurunkan tim tanggap darurat bencana dan akan mendistribusikan 500 shelter kits, 3 paket rekreasional untuk dukungan psikososial, 2-unit tenda untuk dukungan psikososial, 350 paket kebersihan untuk keluarga, 350 paket kebersihan untuk anak, dan 5000 masker KN95.

“Save the Children bergerak cepat untuk merespons bencana di Cianjur. Hari Selasa (22/11/2022) pagi, tim Save the Children akan berangkat dari Jakarta dan Bandung menuju Cianjur untuk melakukan kaji dampak dan distribusi bantuan tahap awal,” jelas Selina Sumbung CEO dan Ketua Pengurus Save the Children Indonesia, Selasa (22/11/2022)

Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikbudristek mengeluarkan data terkait infrastruktur pendidikan yang terdampak. Data sementara yang dirilis Selasa (22/11/22), terdapat 203 Satuan Pendidikan yang terdampak. Selain itu, terdapat 4 siswa dan 5 guru yang meninggal.

Save the Children Indonesia sedang melakukan kaji dampak cepat untuk mengetahui kebutuhan anak-anak dan keluarga pasca gempa, seperti kesehatan dan gizi, tempat tinggal, dan perlindungan. Selain Itu juga akan berkoordinasi dengan berbagai lembaga, independen maupun instansi pemerintah untuk menyiapkan kaji dampak yang lebih mendalam guna mengindentifikasi kebutuhan dari masyarakat.

Beberapa sekolah di Cianjur merupakan sekolah dampingan Save the Children dalam program We See Equal (WSE). Salah satu sekolah dampingan Save the Children terimbas cukup parah dari gempa, beberapa ruang kelasnya ambruk.

“Kami semua berkumpul di lapangan utama, tumpah ruah tangisan anak-anak yang ketakutan, kesakitan, dan yang menghawatirkan keluarganya di rumah. Kami saling berpelukan, saling menguatkan, dan terus berdoa,” ujar Mia, salah satu guru di sekolah dampingan Save the Children di Cianjur. Dampak gempa bagi guru dan siswa, lanjut Mia, sangat mengejutkan karena terjadi di tengah-tengah proses belajar mengajar.

Mengetahui kondisi anak-anak yang terkejut dan terdampak gempa, Save the Children juga berencana menurunkan tim dukungan psikososial (PSS), khususnya untuk korban anak-anak agar tidak terjadi trauma berkepanjangan.

(Red)