
CILEGON – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Cilegon hingga saat ini belum berhasil membuat jera para pedagang Pasar Kranggot agar tidak berjualan di kawasan pintu masuk dan keluar pasar tradisional di Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang tersebut. Itu terlihat petugas Satpol PP hampir tiap hari mengusir para pedagang yang berjualan di kawasan terlarang yang sudah ditentukan.
Plt Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Tunggul Fernando Simanjuntak membantah dirinya selalu “kucing-kucingan” dengan para pedagang di Pasar Kranggot.
Dia menyatakan pihaknya telah menempatkan petugas yang bersiaga hingga 16 jam untuk mencegah para pedagang agar tidak berjualan di akses masuk dan keluar Pasar Kranggot.
“Gak ada kucing-kucingan, orang kita sudah piket di situ, pokoknya pintu masuk dan pintu keluar itu harus bebas dari pedagang, kalau mereka datang lagi ya kita usir. Kita adu bosan-bosanan saja sama pedagang. Tiap hari petugas kita di situ,16 jam kita di situ, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, sama jam 12 malam sampai jam 8 pagi. Kalau ada pedagang lagi, kita bongkar lagi, tapi tetap persuasif kita lakukan, kan mereka juga tetap warga Cilegon,” kata tunggul ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Selasa (22/7/2025).
Meski persuasif, kata tunggul, pihaknya tetap menyita barang dagangan para pedagang. Ini sebagai upaya membuat jera para pedagang.
“Walaupun kita persuasif, tetap barangnya kita angkat, kalau mereka datang ke Satpol-PP barangnya kita kasih lagi, kita buatkan berita acara, sampai berapa kali kita beri toleransi. Kalau tidak mau, barangnya tidak kita kembalikan lagi. Mereka juga kan usaha, kalau barangnya kita ambil bagaimana mereka untung, gak mungkin dia jualan lagi kalau rugi saja. Misalnya kita ambil pagi, kemudian barangnya boleh diambil lagi siang, kalau begitu kan barangnya tidak laku, jadi itu yang kita lakukan, adu bosan-bosanan saja,” ucapnya.
Dia menyatakan sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon telah menyediakan hanggar untuk para pedagang untuk berjualan.
“Tapi itu kan kewenangannya di Disperindag, namun tetap kita komunikasikan supaya pedagang pindah ke hanggar, tapi kami fokusnya adu bosan saja, kalau datang lagi, ya kita usir lagi. Kita juga sudah punya konsep buat pedagang supaya pedagang ini pindah ke hanggar, sedang kita komunikasikan. Sementara ini kita hanya menghentikan pedagang supaya tidak berjualan di pintu masuk dan keluar Pasar Kranggot,” katanya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin