Beranda Hukum Satlantas Pandeglang Mulai Atur Strategi Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik

Satlantas Pandeglang Mulai Atur Strategi Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik

168
0
Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rofhadli Prayitno. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang mulai mengatur strategi pengamanan untuk arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 1449 Hijriah. Pengaturan itu meliputi dari jumlah personel, rekayasa jalur, jumlah los hingga kontrol jalur yang akan digunakan untuk mudik dan balik.

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rofhadli Prayitno mengatakan, pada saat operasi ketupat yang dilakukan H-7 dan H+7 disiapkan 3 Pos PAM, 1 Pos Pelayanan dan 40 Pos Gatur. Nantinya pos gatur akan ditempatkan disetiap persimpangan jalan dan pasar untuk mengatur lalu lintas selama arus mudik dan arus balik.

Untuk personel yang akan diturunkan pada operasi pengamanan arus mudik dan arus balik sekitar 250 orang gabungan dari masing-masing kesatuan dan polsek se Polres Pandeglang, nantinya personel akan ditempatkan di setiap pos yang telah disiapkan.

“Rekayasa jalur nanti kami upayakan situasional misalnya di daerah Mengger, itu antara Mengger – Cipeucang – Saketi itu ditempuh berjam-jam karena ada kemacetan di pertigaan Mengger dimana kendaran harus berputar dulu ke dalam terminal sehingga membuat laju kendaraan melambat, tapi sekarang situasional kalau antrean sudah panjang tidak saya masukkan ke terminal,” terang Tesyar, Rabu (15/5/2019).

Jalur rawan macet yang harus diwaspadai oleh pengendara di antaranya jalur Pandeglang – Serang, jalur Cipacung – Mengger, sedangkan untuk wilayah Carita pasca tsunami beberapa waktu lalu jalur disana diprediksi tidak akan semacet tahun-tahun sebelumnya.

“Jalur tengkorak (rawan kecelakaan) yang harus diwaspadai pertama arah ke Serang itu merupakan imbas dari Baros, apabila ujung kemacetan sudah mendekati Cigadung, jalur kami tutup dan dialihkan melalui Warung Gunung ke Petir, kedua jalur Cipacung – Mengger karena jalurnya sempit dan tidak ada jalan lain,” terangnya. (Med/Red)