
LEBAK – Tim Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lebak melakukan monitoring ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima program di Kecamatan Sajira, Senin (11/5/2026). Dalam inspeksi tersebut, sejumlah aspek teknis mulai dari distribusi makanan hingga standar kebersihan dapur menjadi sorotan.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang juga Ketua Satgas MBG turun langsung meninjau SMPN 2 Sajira dan dapur SPPG di wilayah Sajira Mekar. Di sekolah, tim mengecek proses penyaluran makanan agar tidak terjadi keterlambatan maupun siswa yang terlewat menerima jatah makan bergizi gratis.
Sementara di dapur SPPG, evaluasi lebih banyak difokuskan pada kondisi operasional dapur dan sistem pengelolaan limbah. Petugas terlihat memeriksa area produksi makanan, aliran air, hingga kebersihan peralatan masak yang digunakan untuk memasak dalam jumlah besar setiap harinya.
“Pembuangan sampah, aliran air, dan pengolahan limbah perlu menjadi perhatian supaya dapur tetap higienis dan tidak mencemari lingkungan,” kata Amir Hamzah saat memberikan arahan kepada pengelola dapur.
Selain persoalan kebersihan, tim juga menyoroti pentingnya konsistensi menu dan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Hal itu dinilai krusial karena program MBG kini mulai menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Lebak bagian selatan.
Monitoring dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap efektivitas program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait kesiapan dapur produksi dan ketepatan distribusi di daerah yang jauh dari pusat kota.
Pemerintah Kabupaten Lebak menyebut pengawasan rutin akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan tidak hanya fokus pada kuantitas penerima, tetapi juga mutu makanan yang disajikan.
Tim Redaksi