Beranda Peristiwa Santri Asal Pandeglang Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum Matel di Citra Raya...

Santri Asal Pandeglang Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum Matel di Citra Raya Tangerang

Beberapa santri asal Pandeglang jadi korban pemerasan matel di Tangerang. (Istimewa)

KAB. TANGERANG – Seorang santri asal Pandeglang mengaku menjadi korban intimidasi dan dugaan pemerasan oleh sekelompok pria yang diduga oknum mata elang (matel) ilegal di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dari kampung halamannya menuju Citra Raya untuk bertakziah ke rumah kerabat yang meninggal dunia.

Sesampainya di kawasan Citra Raya, sekelompok pria menghentikan motor korban secara paksa. Mereka kemudian memeriksa kendaraan dan menanyakan dokumen motor dengan alasan mencari kendaraan bodong atau motor yang menunggak cicilan.

Korban yang tidak membawa dokumen kendaraan kemudian mendapat tekanan. Kelompok tersebut membawa korban ke sebuah kantor untuk membahas persoalan motor.

Di lokasi itu, mereka meminta uang agar korban bisa membawa kembali motornya. Nilai yang mereka minta semula mencapai Rp2 juta, kemudian turun menjadi Rp1 juta hingga akhirnya Rp500 ribu.

“Dia diminta uang sama matel itu. Tadinya diminta Rp2 juta, terus turun jadi Rp1 juta, terus saja turun sampai Rp500 ribu,” kata Gobang, Jumat (14/8/2026).

Korban mengaku tidak memiliki uang untuk memenuhi permintaan tersebut. Di tengah tekanan dan karena harus mengejar waktu pemakaman kerabatnya, korban kemudian menghubungi rekan-rekan sesama santri untuk meminjam uang.

Setelah berhasil mengumpulkan Rp500 ribu, korban melakukan transfer dua kali ke rekening salah satu pria tersebut. Korban mengirim Rp200 ribu dan Rp300 ribu.

Setelah memastikan uang masuk, kelompok tersebut membiarkan korban pergi bersama motornya. Korban kemudian menghubungi keluarga dan menceritakan kejadian yang ia alami.

Gobang mengatakan kawasan Citra Raya dan sekitarnya kerap menjadi lokasi aksi serupa. Ia meminta aparat segera menindak kelompok yang menjalankan aktivitas matel ilegal dan meresahkan pengguna jalan.

Baca Juga :  Pembunuhan di Cisauk Kabupaten Tangerang, Pelaku Peragakan 75 Adegan

“Di situ sering kejadian kayak gitu. Banyak juga ternyata orang yang mengalami hal serupa. Jangan sampai ini terus berlarut-larut dan makin banyak korbannya,” tegasnya.

Pihak korban bersama rekan-rekannya berencana melaporkan dugaan pemerasan dan intimidasi tersebut kepada polisi. Mereka berharap aparat mengusut pelaku dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.

“Kami akan melaporkan kejadian ini juga ke pihak kepolisian. Semoga ada tindak lanjut dari kepolisian,” pungkasnya.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd