PANDEGLANG — Seorang pria berinisial OM (28), warga Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, membunuh kekasihnya berinisial D (27) karena sakit hati terhadap ucapan korban yang menghina ibunya.
Peristiwa itu terjadi pada, Kamis (7/5/2026), sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu korban datang ke rumah pelaku dan berbincang sekitar lima menit sebelum meminta izin beristirahat di kamar pelaku.
Tak lama kemudian, pelaku masuk ke kamar dan memeriksa telepon genggam korban. Pelaku menemukan percakapan korban dengan pria lain dan langsung meminta penjelasan terkait hubungan tersebut.
Korban justru melontarkan perkataan yang memicu emosi pelaku. Pelaku sempat keluar rumah untuk menenangkan diri, namun ucapan korban terus terngiang di pikirannya.
Sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku kembali masuk ke kamar dan mencekik korban hingga meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf mengatakan, pelaku sakit hati setelah korban menyinggung kondisi ibunya yang sedang sakit.
“Dugaan sementara pelaku sakit hati dengan perkataan korban yang mengatakan bahwa pelaku jarang memberikan uang kepadanya karena lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan dianggap tidak berguna oleh korban,” kata Alfian, Jumat (8/5/2026).
Alfian mengungkapkan, pelaku dan korban sudah menjalin hubungan selama delapan tahun dan sempat tinggal serumah. Korban juga kerap datang ke rumah pelaku.
Saat ini polisi menahan pelaku di Mapolres Pandeglang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
