Beranda Bisnis Saatnya Yang Muda Berwirausaha

Saatnya Yang Muda Berwirausaha

Pemilik Vendor Kaos dan Sablon, yang juga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Lutfi. (Reza/bantennews)

Buat Kaos Suka-suka

SERANG – Banyak lika-liku yang harus dilalui untuk menggapai kesuksesan sebagai seorang pengusaha. Salah satunya harus merasakan jatuh bangun dalam berbisnis.

Hal itu diungkapkan oleh Pemilik Vendor Kaos dan Sablon, Lutfi yang juga menjadi mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten.

Bicara tentang bisnis kaos dan sablon, memang terbilang banyak dan tak mudah. Terlebih bagi yang tak memiliki mental kuat dan manajemen finansial yang baik.

Sebelumnya, Lutfi mengaku sudah banyak bidang usaha yang sudah dicoba. Mulai dari bisnis percetakan, frozen food, freelance design, dan rainbow hijab. Dan ternyata yang cocok dengannya adalah bisnis di bidang sablon dan kaos.

Ia pernah juga menjalani bisnis kaos dan sablon di awal tahun 2018 dengan rekan-rekan sekampusnya, berlabel Trendie. Namun perjalanannya tak mudah, usaha tak berlanjut lantaran kesibukan di antara mereka. Hingga pada akhirnya Lutfi memberanikan diri melanjutkan usaha sejenis dengan mengusung brand Kasuka Vendor Kaos dan Sablon di awal tahun 2019.

“Singkat cerita di awal tahun 2019 yang tadinya Trendie menjadi Kasuka Vendor Kaos dan Sablon. Harapannya, dengan bergantinya nama bisa memberikan semangat baru dan memberikan nilai baru,” ujarnya saat berbincang dengan BantenNews.co.id di kediamannya di Taktakan, Kota Serang, Jumat (13/9/2019).

Dari perjalanan one man show itu, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran. “Plusnya tidak adanya konflik internal karena memang benar-benar dikelola sendiri,” jelasnya.

Kini, Kasuka Kaos sudah memberdayakan penduduk sekitar untuk menjadi bagian dari Kasuka Kaos. “Sudah ada 4 karyawan yang berasal dari penduduk sekitar.”

Sebagai putra daerah, Lutfi tergerak untuk memberdayakan masyarakat khususnya remaja sekitar dengan menekankan pengembangan soft skill agar mumpuni dan memiliki nilai jual di dunia kerja.

“Tentu adanya pelatihan untuk karyawan-karyawannya. Mulai dari latihan sablon, desain, pemasaran dan lain sebagainya.”

Ia mengklaim, Kasuka Vendor Kaos dan Sablon memberikan sesuatu yang berbeda. Dengan standar distro dan sistem pre order, kualitas produk terjamin sesuai dengan desain pesanan pelanggan.

Tidak hanya itu, Kasuka Kaos juga memberikan kebebasan konsumen untuk menyesuaikan harga kaos sesuai dengan kemampuan, baik itu pesanan satuan maupun lusinan.

Selain menjalankan bisnisnya, Lutfi juga dipercaya untuk berkerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Cilegon untuk mengisi sebagai mentor pelatihan sablon dan desain. Pernah juga untuk mengisi materi kewirausahaan di Karang Taruna sekitar Kota Serang dan Kota Cilegon. (Reza/Mg/Red)