Beranda Komunitas Saatnya Pemuda di Banten Lawan Korupsi

Saatnya Pemuda di Banten Lawan Korupsi

229
0
Peserta penyuluhan antikorupsi dengan tema "Bersatu Lawan Korupsi". (Ist)

SERANG – Menjelang Hari Antikorupsi Sedunia, hampir di setiap daerah, para pegiat antikorupsi melaksanakan pelbagai kegiatan berupa kampanye, sosialisasi hingga pelatihan antikorupsi, tak terkecuali di Banten.

BEM FKIP Untirta bekerjasama dengan Motor Literasi, Forum TBM dan Rumah Dunia menyelenggarakan penyuluhan antikorupsi dengan tema “Bersatu Lawan Korupsi”. Mereka mengundang Firman Hadiansyah, penyuluh antikorupsi tingkat madya yang juga dosen FKIP Untirta.

Pada kesempatan tersebut, Afin selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan sebagai cara ikut terlibat memperingati Hari Antikorupsi.

“Jumlah peserta yang ikut kegiatan ini ada 47 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa dan komunitas di Banten. Harapannya setelah kegiatan ini para peserta mengetahui tentang problematika antikorupsi,” katanaya melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2018).

Firman Hadiansyah yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut menjelaskan mengenai pentingnya pemuda melakukan aksi melalui pendidikan antikorupsi.

“KPK tidak boleh jalan sendirian. Kita harus ikut mendukung dengan melakukan aksi-aksi penyuluhan dan pendidikan antikorupsi di Indonesia, terutama di Banten yang tingkat korupsinya masih mengenaskan.”

Selain penyuluhan, pada kesempatan tersebut para peserta bersepakat membuat komunitas aksi yang dinamakan “Pemuda Lawan Korupsi” (Pelakor). Ojan yang juga Ketua BEM FKIP demisioner terpilih menjadi koordinator Pelakor Banten.

Ojan mengatakan bahwa komunitas ini akan bergerak secara reguler ke sekolah, desa, komunitas bahkan universitas untuk sama-sama menyosialisasikan bahaya antikorupsi.

“Korupsi adalah bahaya laten karena siapapun kita bisa terlibat. Untuk itu kita harus mengetahui dan memberikan pencerdasan kepada pelbagai elemen masyarakat sehingga bisa menghindari praktik-praktik antikorupsi” pungkasnya.
(Red)