JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (2/6/2026) melemah.
Mata uang Garuda ambruk hingga mendekati level Rp17.900. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ada di level Rp 17.887 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi membuat rupiah melemah 82 poin atau 0,42 persen dibanding penutupan Senin (1/6/2026) yang berada di Rp17.810 per dolar AS. Alhasil, mata uang Indonesia paling jeblok di Asia.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh pernyataan Iran. Salah satunya, menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat.
“Rupiah melemah terhadap dolar AS yg menguat merespon pernyataan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan AS dan berencana untuk sepenuhnya menutup Hormuz,” katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, penguatan dolar AS juga didukung oleh data manufaktur yang lebih kuat dari perkiraan. Hal ini membuat rupiah semakin tertekan.
“Rupiah ada di range 17800-17900,” tandasnya.
Selain rupiah, won Korea Selatan ambles 0,23 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan dan yen Jepang sama-sama terkoreksi 0,03 persen. Disusul, peso Filipina yang tergelincir 0,02 persen.
Berikutnya ada dolar Hong Kong yang turun 0,01 persen dan dolar Singapura melemah tipis 0,008 persen.
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,1 persenZ Kemudian ada yuan China yang terkerek 0,03 persen dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,005 persen terhadap the greenback.
Sumber : suara.com
