Beranda Peristiwa Rumor dan Sisa-sisa Perebutan Kursi Dirops Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang

Rumor dan Sisa-sisa Perebutan Kursi Dirops Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang

Pedagang di Pasar Tradisional Kota Tangerang

KAB. TANGERANG – Dinamika perebutan kursi Direktur Operasi (Dirops) Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang akhirnya mencapai titik akhir. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menetapkan Abdul Haer sebagai kandidat terpilih.

Keputusan tersebut diperkuat melalui surat bernomor 28/Pansel/XX/2025 tentang hasil wawancara akhir Direktur Operasi Perumda Pasar NKR yang ditandatangani Ketua Pansel sekaligus Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja pada 2 Desember 2025.

Penunjukan Abdul Haer sontak menjadi sorotan publik. Ia diketahui merupakan kader Partai Gerindra yang menjabat Ketua PAC Gerindra Kecamatan Mauk sekaligus Caleg DPRD Kabupaten Tangerang pada Pemilu 2025. Menanggapi hal itu, Abdul Haer memberikan klarifikasi bahwa ia telah mengundurkan diri dari partai sebelum mengikuti proses seleksi Dirops.

Namun, penetapan tersebut disebut tidak sepenuhnya mendapat sambutan meriah dari internal Perumda. Beredar rumor bahwa keputusan KPM tidak sejalan dengan preferensi Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar NKR, Finny Widiyanti. Finny disebut-sebut lebih menjagokan kandidat lain, yakni Untung Saputra, yang juga memiliki latar belakang politik dari partai yang sama.

Kedekatan Finny dan Untung disebut bukan hubungan yang baru terbangun. Keduanya berada dalam lingkaran organisasi yang sama di tubuh Perbasi Kabupaten Tangerang, dengan Finny menjabat Ketua Umum dan Untung sebagai Sekretaris. Relasi itu memunculkan dugaan bahwa Finny ingin mendorong Untung masuk ke struktur strategis BUMD tersebut.

Saat dikonfirmasi, Finny memilih tidak berspekulasi terkait rumor itu. Ia menegaskan posisinya untuk tetap profesional.

“Saya tidak mau masuk area rumor. Profesional saja,” ujar Finny, Jumat (5/12/2025).

Meski demikian, Finny memastikan kesiapannya bekerja sama dengan siapa pun yang telah ditetapkan melalui seleksi resmi.

Baca Juga :  Polda Banten : Ada 200 Personel yang Amankan Wiranto

“Intinya, siap selalu bekerja sama dengan siapa pun yang lolos seleksi demi Perumda menjadi lebih maju,” tambahnya.

Sementara itu, Untung Saputra juga enggan memberikan komentar mengenai keputusan Pansel maupun rumor bahwa dirinya dijagokan sang Dirut.

“Saya no comment. Saya juga tidak tahu kalau itu,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Abdul Haer yang telah diwawancarai Bantennews.co.id menyampaikan berbagai hal terkait kesiapan dan visinya, namun meminta agar keterangannya tidak dikutip. Ia memastikan telah menjalin komunikasi dengan Finny setelah pengumuman dan menyatakan komitmennya untuk bekerja secara profesional.

Dinamika pengisian jabatan Dirops tidak hanya menjadi sorotan internal BUMD, tetapi juga memantik respons keras dari kalangan mahasiswa. Mereka mempertanyakan profesionalitas proses seleksi yang dianggap hanya menjadi formalitas.

Ketua GMNI Kabupaten Tangerang, Endang Kurnia, mengkritik keras mekanisme seleksi yang menurutnya sarat kepentingan politik.

“Masa jabatan strategis BUMD malah jadi tempat parkir politik, yang hanya mempertemukan dua kader dari partai yang sama?” tegas Endang, Rabu (3/12/2025).

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo