Beranda Pariwisata Rumah Quran Diusulkan Dibangun di Kawasan Banten Lama

Rumah Quran Diusulkan Dibangun di Kawasan Banten Lama

336
0
Kawasan Banten Lama - foto istimewa google.com

SERANG – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten mengusulkan pembangunan “Baitul Quran” atau Rumah Quran di Kawasan Wisata Banten Lama, Kota Serang. Itu guna  mewujudkan terbentuknya pusat kajian Islam dan upaya meningkatkan angka melek Al Quran di Banten.

Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Syibli Sarjaya di Serang, Selasa mengatakan, usulan dari LPTQ tersebut adalah respon dari keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Hali-Andika Hazrumy untuk mengembangkan Banten Lama. Setelah melakukan perbincangan akhirnya LPTQ mengajukan pembuatan Baitul Quran.

“LPTQ merespon apa keinginan untuk mengembangkan Banten Lama menjadi pusat kajian Al Quran. Ingin mengubah wajah Banten itu betul-betul menjadi destinasi wisata masyarakat. Bukan hanya Indonesia tapi (wisatawan) mancanegara juga bisa datang,” kata Syibli Sarjaya dalam diskusi kelompok terarah di Ruang Transit Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (5/3/2019).

Mantan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu menjelaskan, baitul quran nantinya akan berlokasi persis di depan Benteng Surosowan Banten Lama. Lahannya sudah tersedia seluas 4,2 hektare dengan kondisi yang siap bangun.

“Informasinya di depan Surosowan dan itu akan nyambung ke jalan raya ke Karangantu. Tanahnya sudah datar, tidak perlu ada pengurukan,” katanya dikutip dari AntaraNews.com.

Dengan lahan seluas itu, kata dia, baitul quran nantinya bukan hanya sebatas tempat untuk menghafal Alquran. Fasilitas itu akan juga berfungsi sebagai pusat kajian Islam. Mulai dari kajian Alquran, saran pembinaan anak gemar membaca Alquran hingga pemusatan pembinaan dan asrama kafilah musabaqah tilawatil quran (MTQ).

Menurutnya, baitul quran adalah salah satu upaya untuk meningkatkan angka melek Alquran. Berdasarkan hasil survei LPTQ pada 2017, dari sekitar 70 juta muslim Banten, 76 persen diantaranya memiliki kemampuan baca Alquran sedang bahkan tak bisa. Kemudian hanya 46 persen keluarga di Banten memiliki mushaf yang tak sesuai jumlah anggota keluarganya.

“Pembinaan kafilah MTQ ke tingkat nasional itu tidak perlu lagi di hotel. Dalam diskusi tadi (kemarin-red) kita ingin curah, tukar pendapat bagaimana konten, isi baitul quran nanti itu seperti apa. Banyak masukan tentang nama, ada yang (usul) baitul quran, laboratorium alquran,” kata Syibli.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, bangunan Banten Lama yang religius juga harus didukung dengan nuansa religius yang kental. Tempat ibadah, tempat ziarah dan sejarah akan lebih lengkap jika alunan Al-Qur’an terus menggema. Ia optimistis, jika hal itu terwujud maka nilai ekonomi yang tumbuh akan berkembang pesat tanpa khawatir melunturkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat sekitar.

“Orang datang ke Monas, ya cuma lihat Monas-nya. Tapi Banten kan punya sisi lain, ada sultan, ada tempat selfienya, saya ingin ada semacam pengajian alquran, tahfidz, belajar ngaji. Kita perkenalkan seluruh produk-produk budaya Banten kepada tamu yang datang,” katanya.(Red)