Beranda Kesehatan RSUD Cilegon Ajukan Tambahan Anggaran Rp6 M untuk IPAL dan Obat

RSUD Cilegon Ajukan Tambahan Anggaran Rp6 M untuk IPAL dan Obat

Rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Cilegon dengan RSUD dan Disnaker Cilegon. (Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON – RSUD Kota Cilegon mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membangun kembali Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta memenuhi kebutuhan obat-obatan dan laboratorium guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Kota Cilegon, RSUD Cilegon, dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon di Gedung DPRD Cilegon, Senin (6/7/2026).

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Cilegon, dr. Ratu Robiatul Alawiyah, mengatakan kebutuhan anggaran itu mencakup revitalisasi IPAL, pengadaan obat-obatan, dan pemenuhan kebutuhan laboratorium.

“Kami mengajukan anggaran untuk revitalisasi IPAL, kemudian kebutuhan obat dan laboratorium untuk pelayanan masyarakat. Totalnya sekitar Rp6 miliar,” katanya.

Ratu menjelaskan, IPAL RSUD Cilegon membutuhkan peremajaan karena belum pernah mengalami pembaruan sejak rumah sakit berdiri. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar fasilitas penunjang pelayanan tetap berfungsi optimal.

“Kondisi IPAL saat ini memang sudah membutuhkan peremajaan. Kami berencana mengajukannya pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sekitar Agustus nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan, RSUD Cilegon terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan meski menghadapi keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, membenarkan adanya usulan tambahan anggaran tersebut.

Menurutnya, Komisi II akan mengkaji terlebih dahulu rincian kebutuhan yang diajukan RSUD. Namun, DPRD pada prinsipnya mendukung usulan yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

“IPAL memang belum pernah diperbarui. Kebutuhan obat juga sangat penting. Jangan sampai pelayanan terganggu karena stok obat habis,” katanya.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd