CILEGON – Pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon ogah bekerja secara maksimal. Ini lantaran wacana rotasi mutasi pejabat di sejumlah dinas belum jelas kapan dilaksanakan.
Sehingga membuat para pejabat bimbang dan khawatir. Sudah bekerja maksimal, ujung-ujungnya justru malah dipindah.
“Sekarang mah masih landai aja kerjanya, kan masih nunggu, belum ada kejelasan (rotasi-mutasinya),” ujar salah seorang pejabat kepada BantenNews.co.id, Senin (14/7/2025).
Dia mengaku OPD yang dipimpinnya serapan anggarannya masih minim. Banyak program belum berjalan maksimal. Apalagi ditambah adanya efisiensi anggaran.
“Program OPD belum berjalan maksimal. Ngapain kita kerja maksimal kalo ujung-ujungnya dipindah. Jadi sambil menunggu saja kapan rotasi-mutasinya dilaksanakan,” ucapnya.
Walikota Cilegon, Robinsar mengaku saat ini masih terus menggodok wacana rotasi mutasi pejabat di pemerintahan yang dipimpinnya.
Dia menyatakan tidak akan ada jual beli jabatan. Sehingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bekerja secara profesional sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Yang saya minta hanya satu berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kami pun bisa melihat dan menilai siapa yang betul-betul bekerja untuk masyarakat Cilegon,” ucapnya Robinsar belum lama ini.
Robinsar menyatakan bahwa pihaknya dalam memimpin Kota Cilegon 5 tahun kedepan mengusung visi misi Cilegon Juare.
“Cilegon juare, ini artinya berani atau pemenang, saya ingin seluruh apa yang ada di Cilegon kedepan bisa jadi pemenang. Minimal di Provinsi Banten, baik pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastrukturnya, ASN-nya, saya ingin semuanya, kita bisa jadi yang terbaik,” katanya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
