Beranda Kesehatan Ribuan Remaja Tangsel Terindikasi Depresi Ringan

Ribuan Remaja Tangsel Terindikasi Depresi Ringan

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat menghadiri kehiatan CKG. (Ahmad Rizki/bantennews)

TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan gejala depresi ringan pada 2.387 remaja melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari jumlah tersebut, 629 orang merupakan pelajar tingkat SMA.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan, skrining CKG menemukan persoalan psikologis setelah remaja menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi mereka.

“Berdasarkan kegiatan yang berlangsung kemarin beragam ya, ada yang karena tidak tercapai cita-cita,” kata Benyamin, Selasa (1/9/2026).

Menurut Benyamin, kekhawatiran terhadap masa depan dan cita-cita yang tidak tercapai muncul dalam hasil skrining. Kondisi tersebut kemudian masuk dalam kategori depresi ringan.

“Mereka dikasih beberapa pertanyaan. Nah, dari pertanyaan itu tersimpulkan bahwa dia mengalami depresi,” ujarnya.

Benyamin menilai, pemerintah tidak boleh mengabaikan temuan tersebut. Pemkot Tangsel akan mendorong edukasi dan pendampingan bagi remaja yang menunjukkan gejala depresi, terutama pelajar yang masih berada dalam usia sekolah.

“Ada 629 ya dari tingkat SMA yang dikategorikan depresi ringan. Jadi ini sebenarnya sesuatu yang butuh kita lakukan edukasi,” tuturnya.

Pemkot Tangsel juga akan mengarahkan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang tersedia.

Temuan kesehatan mental tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Banten, Andra Soni. Sebelumnya, Andra menyebut CKG di Tangsel tidak hanya menemukan persoalan kesehatan fisik, tetapi juga mendeteksi stres dan gejala depresi pada kelompok usia muda.

“Pak Wali Kota menemukan salah satu potensi penyakit yang dialami oleh masyarakat, yaitu stres atau depresi,” kata Andra, Senin (31/8/2026).

Pemeriksaan terhadap pelajar juga menemukan remaja yang masuk kategori pradiabetes. Andra menyoroti pola konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi di kalangan pelajar.

“Rata-rata makan dan minum yang manis-manis,” ujarnya.

Baca Juga :  Bisa Jadi Ini Penyebabnya Ketika Merasaka Sakit Kepala Setelah Makan

Hingga kini, cakupan CKG di Tangsel mencapai sekitar 53 persen. Pemerintah memanfaatkan pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sejak dini, termasuk persoalan kesehatan mental pada remaja.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd