Beranda Pemerintahan Ribuan Hektare Kawasan Kumuh di Kabupaten Serang Belum Tertangani

Ribuan Hektare Kawasan Kumuh di Kabupaten Serang Belum Tertangani

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Serang masih jauh dari tuntas. Dari total 1.131 hektare kawasan kumuh yang tersebar di 179 desa, pemerintah daerah baru menangani sekitar 25 hektare.

Data tersebut menunjukkan luas kawasan kumuh yang sudah tertangani baru sekitar 2,2 persen dari total kawasan yang tercatat. Artinya, sekitar 1.106 hektare masih membutuhkan penanganan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviani mengakui pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar untuk mengurangi kawasan kumuh. Keterbatasan pendanaan mendorong Pemkab Serang mencari dukungan dari pihak lain.

“Masih banyak kawasan kumuh yang harus kami tangani. Karena itu, kami perlu mencari sumber pendanaan lain,” kata Okeu, Selasa (13/10/2026).

Salah satu upaya yang disiapkan Pemkab Serang ialah menata kawasan Domas melalui relokasi 125 rumah. Program ini melibatkan Habitat for Humanity dan Koperasi Mitra Dhuafa (Komida).

Dalam kerja sama tersebut, Habitat akan membangun 125 rumah secara gratis bagi warga. Sementara itu, Komida memfasilitasi pembelian lahan agar warga dapat mencicil pembayarannya.

Warga tidak perlu mencicil bangunan rumah, tetapi hanya membayar lahan. Pemkab Serang juga merencanakan subsidi Rp5 juta per unit untuk membantu warga memperoleh lahan.

“Rumahnya gratis dari Habitat. Yang dicicil hanya lahannya,” ujar Okeu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menangani kebutuhan infrastruktur pendukung. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan akses jalan masuk.

Sedangkan Dinas Perkim Kabupaten Serang bersama Perkim Provinsi Banten mendukung pembangunan jalan lingkungan. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan PDAM untuk memperluas jaringan air bersih ke kawasan tersebut.

Komida dijadwalkan menyurvei kemampuan ekonomi warga pada triwulan IV 2026. Hasil survei itu akan menjadi dasar untuk menentukan skema cicilan lahan.

Baca Juga :  WH: Ada Jalan Rusak Laporkan, Akan Saya Bangun

Habitat dan Komida juga akan mendampingi warga dalam pemberdayaan ekonomi serta membangun kebiasaan hidup sehat, termasuk pengelolaan sampah.

Okeu mengatakan, warga akan terlibat dalam penyusunan site plan atau rancangan kawasan. Pemkab Serang telah mendata calon penerima berdasarkan nama dan alamat serta mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur, seperti akses jalan dan pelebaran jembatan.

Selain Domas, Pemkab Serang menyiapkan program penataan permukiman di Pagedangan melalui Kampung Baznas yang mencakup 38 rumah.

Pemkab Serang merencanakan stimulan Rp25 juta untuk setiap rumah, ditambah dukungan Rp25 juta dari Baznas. Program ini juga akan melibatkan Komida untuk memfasilitasi pembiayaan kepemilikan lahan.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah