Beranda Peristiwa Ribuan Ekor Hewan Ternak di Banten Terpapar Virus PMK

Ribuan Ekor Hewan Ternak di Banten Terpapar Virus PMK

Gelar Operasional Triwulan III Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) periode 4-19 Juli 2022

SERANG – Polda Banten menyatakan ribuan hewan ternak di wilayah Provinsi Banten terpapar virus Penyakit mulut dan kuku (PMK). PMK saat ini tengah mewabah di Indonesia, termasuk di Banten. Penyakit ini banyak menyerang hewan ternak dari mulai sapi, kerbau hingga domba atau kambing dan tergolong penyakit akut yang penyebarannya melalui infeksi virus dan mudah menular.

Hal itu disampaikan pada kegiatan Gelar Operasional Triwulan III Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) periode 4-19 Juli 2022 di wilayah hukum Polda Banten yang dilaksanakan di ruang Vicon Polda Banten pada Rabu (20/7/2022).

Berdasarkan data yang diperoleh satgas per tanggal 19 Juli 2022, didapatkan jumlah hewan ternak yang terinfeksi PMK di wilayah hukum Polda Banten. “Dari data yang dilaporkan oleh Polres jajaran sampai dengan 19 Juli ternak yang terpapar 1.373 ekor, yang sembuh 782 ekor atau 56,95%. Total ternak se Provinsi Banten 1.030.081 ekor atau yang terpapar virus PMK 0,13%. Kondisi ini menandakan bahwa penularan virus PMK di Provinsi Banten pada angka yang masih bisa dikendalikan dan yang terinfeksi virus PMK pada angka yang hampir stagnan atau peningkatan tidak ekstrim,” kata Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedy Suhartono.

Ia juga menyampaikan satgas telah melaksanakan vaksin terhadap 41 hewan ternak. “Sebanyak 84.373 hewan ternak telah divaksin selama periode 4-19 Juli 2022 pelaksanaan operasi Aman Nusa II,” ujarnya.

Dalam Anev ini dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto didampingi Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedy Suhartono serta para pejabat Utama Polda Banten dan diikuti Kapolres/ta jajaran.

Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedy Suhartono mengatakan Satgas Penanganan PMK dibagi menjadi tiga. “Dalam Satgas Penanganan PMK dibagi menjadi tiga yaitu Satgas Pencegahan, Satgas Penanganan dan Satgas Banops,” ujarnya.

Baca Juga :  Volume Sampah di Pandeglang Meningkat 60 Ton Per Hari Selama Ramadan

Adapun Satgas Pencegahan berfungsi untuk melakukan pendataan dampak, edukasi sosialisasi, pengawasan dan pelaksanaan karantina dan patroli. Kemudian Satgas Penanganan untuk melaksanakan vaksinasi, pengobatan dan disinfeksi. Terakhir Satgas Banops menyiapkan tenaga medis, sarpras dan alat kesehatan serta publikasi.

Selanjutnya, Dedy menyampaikan jumlah kegiatan tiap-tiap satgas selama periode 04-19 Juli 2022, “Untuk Satgas Pencegahan sebanyak 9.176 kegiatan, Satgas Penanganan 11.376 kegiatan dan Satgas Banops sebanyak 2.217 kegiatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel dari Polda Banten dan Polres jajaran yang mengikuti Operasi Aman Nusa II Maung penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Jumlah personel yang mengikuti Operasi Aman Nusa II Maung Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 180 personel yang meliputi 60 personel Polda Banten dan 20 personel dari masing-masing Polres jajaran,” ujarnya.

(Dhe/Red)