Beranda Pemerintahan Revitalisasi Tiga Pasar Diusulkan, Pemkab Pandeglang Diminta Tentukan Prioritas

Revitalisasi Tiga Pasar Diusulkan, Pemkab Pandeglang Diminta Tentukan Prioritas

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengusulkan revitalisasi tiga pasar tradisional, yakni Pasar Pandeglang, Pasar Picung, dan Pasar Bojong

PANDEGLANG — Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengusulkan revitalisasi tiga pasar tradisional, yakni Pasar Pandeglang, Pasar Picung, dan Pasar Bojong. Usulan tersebut disampaikan dalam agenda koordinasi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/4/2026).

Bupati Dewi menjelaskan, revitalisasi pasar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Ada tiga pasar yang kami usulkan untuk direvitalisasi, yaitu Pasar Pandeglang, Pasar Picung, dan Pasar Bojong. Kami hadir bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR agar bisa berdiskusi untuk revitalisasi pasar,” ujar Dewi.

Ia berharap perbaikan sarana dan prasarana pasar dapat memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurutnya, kondisi sejumlah pasar saat ini sudah membutuhkan penanganan serius.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan Sarana Perdagangan Direktorat Sarana Perdagangan dan Logistik Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Cristina Elis Yulianti, menyampaikan bahwa usulan revitalisasi akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian.

Menurut Cristina, langkah awal dilakukan melalui justifikasi teknis untuk melihat kondisi pasar secara langsung. Namun, ia menekankan pentingnya penentuan skala prioritas oleh pemerintah daerah.

“Hari ini kami berkoordinasi bersama PUPR untuk melakukan justifikasi teknis dan melihat kondisi Pasar Induk Pandeglang. Namun Pemda perlu menetapkan satu pasar yang paling urgent dan menjadi prioritas,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa prioritas pembangunan akan dilihat dari tingkat kerusakan pasar, seperti kondisi atap bocor, belum adanya sistem proteksi kebakaran, pengelolaan limbah yang belum memadai, hingga dampak kemacetan lalu lintas di sekitar pasar.

Selain itu, Cristina menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melengkapi dokumen readiness criteria serta data pendukung. Dukungan dari para pedagang juga menjadi faktor penting agar program revitalisasi dapat berjalan optimal.

Baca Juga :  Akademisi Soroti Rehab Rumah Dinas Bupati Lebak Rp2 Miliar

“Kami akan menyusun berita acara kesepakatan yang ditandatangani Kemendag, PUPR, dinas terkait, kepala pasar, dan perwakilan pedagang. Namun pelaksanaan pembangunan masih menyesuaikan dengan anggaran negara,” pungkasnya.

Dengan adanya usulan ini, diharapkan revitalisasi pasar tradisional di Pandeglang dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Tim Redaksi