Beranda Pemerintahan Resmikan Biomassa, Mendes: Bagian dari 12 Aksi Bangun Desa

Resmikan Biomassa, Mendes: Bagian dari 12 Aksi Bangun Desa

Mendes PDT Yandri Susanto bersama Bupatu Serang Ratu Rachmatuzakiyah melepas kendaraan pengangkut biomasa. (Ist)

KAB. SERANG – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meresmikan program pengembangan ekosistem biomassa di Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Sabtu (31/10/2026).

Program tersebut merupakan kerja sama antara Kemendes PDT dengan PT PLN (Persero) sebagai bagian dari penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Mendes PDT, Yandri Susanto menyebut program ini sebagai bagian dari 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.

Program tersebut menghubungkan BUMDes dengan PLN untuk mengumpulkan dan memasok bahan biomassa dari desa, seperti serbuk gergaji, jerami, bonggol jagung, dan batok kelapa. Bahan-bahan yang sebelumnya kerap terbuang itu akan diolah sebagai campuran batu bara untuk pembangkit listrik.

Yandri mengatakan, program ini menyasar dua agenda, yakni penguatan ekonomi desa dan pengembangan energi alternatif. Ia menilai BUMDes perlu memperkuat kegiatan usaha, bukan hanya berdiri sebagai badan hukum.

“Dalam 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia, ada revitalisasi BUMDes dan swasembada pangan, energi, serta air. Biomassa ini salah satu upaya swasembada energi,” kata Yandri.

Menurut Yandri, desa dapat berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara BUMDes menjadi tempat pengumpulan sebelum mengirim biomassa ke PLN.

“Skema itu diharapkan membuka kepastian pembeli dan harga bagi warga yang mengumpulkan limbah pertanian maupun industri,” ujar Yandri.

Yandri mengatakan, Kemendes PDT akan mengawal kerja sama tersebut. Ia menilai program ini dapat membuka pekerjaan, menambah sumber pendapatan desa, dan mengurangi limbah yang mencemari lingkungan.

Perwakilan PLN, Rahmat Dewanto mengatakan, PLN melalui anak usahanya, PLN Energy Primer Indonesia, akan mengolah biomassa sebagai campuran batu bara untuk menekan emisi pembangkit. PLN menargetkan penggunaan sekitar 2,4 juta ton biomassa pada tahun ini.

Baca Juga :  Urai Kemacetan di Kelapa Dua, Dishub Kabupaten Tangerang Uji Coba Pengalihan Arus Lalu Lintas

Rahmat menyebut, PLN menargetkan pengembangan program di tiga lokasi tahun ini, enam lokasi pada tahun depan, dan sepuluh lokasi pada tahun berikutnya.

Sementara Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, Kabupaten Serang memiliki 326 desa, dengan 324 desa telah membentuk BUMDes. Ia meminta BUMDes menggali potensi bahan baku biomasa di wilayah masing-masing.

“Bahan biomassa berasal dari barang-barang yang ada di desa. Bahan yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi perlu kita manfaatkan,” kata Ratu.

Istri Mendes PDT ini dari berharap kerja sama tersebut mendorong pendapatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Wahyudin