
SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan Pemkot Cilegon terus mengejar pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang-Cilegon.
Pemerintah menetapkan kawasan Cilowong, Kota Serang, sebagai lokasi proyek dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.100 ton sampah per hari.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, dari rapat koordinasi yang dilakukan bersama tiga pemerintah daerah, berhasil merumuskan sejumlah persoalan yang sebelumnya menghambat persiapan proyek. Persoalan itu antara lain ketersediaan air, lahan, dan pematangan lahan.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait proyek PSEL wilayah Serang-Cilegon. Insyaallah lokasinya telah ditetapkan di Cilowong,” ujar Andra seusai rapat di Puspemkot Serang, Senin (7/9/2026).
Andra menjelaskan, pemerintah telah membagi tanggung jawab melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Danantara menangani pembangunan fasilitas PSEL.
Pemkot Serang menyiapkan lahan, sedangkan Pemkab Serang bersama Pemkot Cilegon menangani pematangan lahan.
“Isu-isu tadi alhamdulillah sudah ada solusinya. Semua kita koordinasikan agar target pemerintah untuk proyek PSEL ini berjalan dan bisa mengatasi permasalahan timbulan sampah di Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang,” katanya.
PSEL Cilowong nantinya mengolah sampah dari tiga daerah. Kota Serang dan Kabupaten Serang masing-masing menargetkan pasokan 400 ton sampah per hari. Kota Cilegon akan memasok kebutuhan sisanya hingga kapasitas fasilitas mencapai 1.100 ton per hari.
Andra menyebut, timbulan sampah dari ketiga daerah saat ini sudah melampaui batas minimal pasokan yang membutuhkan operasional PSEL.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik segera berjalan. Andra menyebut groundbreaking proyek PSEL Serang-Cilegon pada Desember 2026.
“Target dari Danantara dan pemerintah, proyek ini bisa groundbreaking pada bulan Desember 2026. Insyaallah 20 bulan kemudian PSEL sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Proyek ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi beban sampah di Serang dan Cilegon. PSEL juga akan mengubah sampah menjadi sumber energi listrik sehingga pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan pola pengelolaan sampah konvensional.
Andra meminta seluruh pihak menjaga koordinasi agar pembangunan berjalan sesuai target. Pemerintah berharap PSEL tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberi manfaat lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat di tiga wilayah tersebut.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd