SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyambut rencana pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.
Pemerintah pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menggagas proyek tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berkelanjutan sekaligus mengatasi banjir rob di wilayah utara, khususnya Kota Serang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang, W Hari Pamungkas, mengatakan proyek ini akan berdampak langsung pada pengembangan kawasan industri, pelabuhan, dan perlindungan masyarakat pesisir.
“Ini bukan hanya proyek tanggul laut, tetapi bagaimana menciptakan ekonomi hijau berkelanjutan dan membuka peluang investasi baru di Kota Serang,” kata Hari.

Menurut Hari, Kota Serang menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan Giant Sea Wall yang mencakup 25 kabupaten/kota di Pantai Utara Jawa. Kota Serang juga memiliki posisi strategis karena didukung akses jalan, rencana jalan cincin utara, jalur rel kereta melalui Stasiun Karangantu, serta kawasan pelabuhan yang potensial.
“Secara konektivitas kita punya akses jalan, rencana jalan cincin utara, rel kereta melalui Stasiun Karangantu, serta kawasan pelabuhan yang potensial,” ujarnya.
Pemkot Serang kini menyiapkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditargetkan mulai dieksekusi pada 2026 dengan fasilitasi Kementerian Dalam Negeri. Revisi tersebut akan mengakomodasi pengembangan kawasan industri seluas 425,6 hektare dan kawasan pelabuhan sekitar 109 hektare di wilayah Teluk Banten.
Hari menegaskan, Pemkot Serang merevisi RTRW untuk menyelaraskan peluang investasi dengan perlindungan masyarakat pesisir.
“Ekspansi industri harus bisa mengurangi pengangguran di wilayah utara, tetapi perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.
Saat ini, BOPPJ sedang menyusun master plan Pantai Utara Jawa. Sementara itu, Bapperida Kota Serang memperkuat gagasan tersebut melalui analisis potensi wilayah dan peluang investasi.
Pemerintah pusat juga tidak akan membangun Giant Sea Wall secara seragam. Pemerintah mempertimbangkan karakteristik tanah, risiko lingkungan, serta akses masyarakat pesisir seperti nelayan dan petani garam.
“Tidak serta-merta semua dibangun tanggul laut. Ada skema tanggul pantai, hybrid mangrove dan tanggul, sampai tanggul laut penuh. Lebarnya juga berbeda-beda sesuai karakter wilayah,” jelasnya.
Pemerintah pusat turut menghitung dampak sosial dan ekonomi proyek tersebut, termasuk kemungkinan relokasi nelayan ke kawasan pulau buatan seluas 1.000 hektare dan penyediaan fasilitas pendukung seperti penyulingan air laut.
“Saat ini juga sedang dilakukan pendataan aktivitas nelayan dan bisnis di sepanjang pesisir utara, termasuk menghitung ketinggian rob di Karangantu,” ujarnya.
Hari menilai penanganan rob di Karangantu menjadi alasan penting percepatan pembangunan Giant Sea Wall di Kota Serang. Menurutnya, wilayah tersebut harus menjadi prioritas karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Dalam tahapan pusat ada 13 segmen, dan Kota Serang masuk segmen 1.1. Harapannya bisa lebih dulu karena menyangkut pertimbangan ekonomi dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Selain membangun tanggul laut, Pemkot Serang juga mendorong pengembangan bendungan karet untuk mendukung distribusi air bersih ke Kecamatan Kasemen.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkot Serang berencana menyiapkan regulasi agar investasi industri berdampak langsung bagi masyarakat lokal.
“Kita dorong minimal 80 persen tenaga kerja lokal. Pendidikan vokasi juga harus disiapkan agar masyarakat bisa terserap,” ujarnya.
Pemkot Serang juga melihat potensi besar pengembangan pesisir utara di sektor wisata dan pelestarian cagar budaya. Kawasan Teluk Banten yang memiliki nilai historis sejak kedatangan Cornelis de Houtman dinilai berpotensi menjadi kawasan wisata waterfront city alias kota tepi air.
“Dulu sudah ada kajian waterfront city melalui normalisasi Sungai Cibanten. Ini bisa menjadi bagian pengembangan kawasan wisata dan sejarah Kota Serang,” pungkasnya.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo
