Beranda Pemerintahan Rehab BBI Cipanas, Pemkab Lebak Rogoh Rp436 Juta

Rehab BBI Cipanas, Pemkab Lebak Rogoh Rp436 Juta

Tim saat melakukan Mutual Check BBI Cipanas. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan anggaran Rp436.666.300 untuk merehabilitasi Balai Benih Ikan (BBI) Cipanas yang berada di bawah UPTD Pembenihan dan Budidaya Air Tawar dan Payau (PBATP) Cipanas.

Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Lebak 2026. Pemkab Lebak juga sudah menyelesaikan proses tender proyek rehabilitasi tersebut.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perikanan (Diskan) Lebak, Denny Iskandar mengatakan, rehabilitasi diperlukan karena sejumlah sarana BBI Cipanas mengalami kerusakan dan mengganggu fungsi utama sebagai pusat produksi benih ikan.

“Rehabilitasi ini akan difokuskan pada perbaikan sarana yang sudah mengalami kerusakan agar kembali berfungsi dan mendukung peningkatan produksi benih sesuai kebutuhan pembudidaya,” kata Denny kepada Bantennews, Rabu (7/10/2026).

Denny menyebut, kerusakan terjadi pada sebagian besar sarana dan prasarana BBI Cipanas. Pemkab memprioritaskan perbaikan kolam atau bak pemijahan serta rumah jaga dan Kantor UPTD PBATP Cipanas.

“Sebagian besar sarana dan prasarana mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki. Prioritasnya meliputi rehabilitasi kolam atau bak pemijahan, serta rumah jaga atau Kantor UPTD PBATP Cipanas,” ujarnya.

Menurut Denny, kondisi kolam menjadi perhatian utama karena fasilitas tersebut berhubungan langsung dengan proses pemijahan dan produksi benih.

Perbaikan itu juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pembudidaya Lebak terhadap pasokan benih dari luar daerah.

“Dengan begitu, hal ini dapat menekan angka ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah,” katanya.

Setelah rehabilitasi selesai, Dinas Perikanan Lebak menargetkan BBI Cipanas mampu meningkatkan kapasitas dan menjaga kesinambungan produksi benih ikan, terutama lele dan nila.

“Rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi benih ikan khususnya lele dan nila. Sehingga bisa menjadi salah satu sumber benih yang mendukung kebutuhan pembudidaya lokal,” kata Denny.

Baca Juga :  Gubernur Pastikan APBD 2021 Tetap Fokus Pemulihan Ekonomi Banten

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd