Beranda Pariwisata Refleksi 191 Tahun Kabupaten Lebak, Mahasiswa Demo ke Kantor Bupati

Refleksi 191 Tahun Kabupaten Lebak, Mahasiswa Demo ke Kantor Bupati

90
0
Mahasiswa dari HMI-MPO demo di depan kantor Bupati Lebak. (Ali/bantennews)

LEBAK – Puluhan aktivis mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lebak terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian saat menggelar aksi di depan kantor Bupati Lebak, Rabu (4/12/2019). Mereka berusaha menerobos barisan aparat yang berjaga di pintu gerbang kantor Bupati Lebak.

Aksi HMI-MPO pada refleksi HUT Kabupaten Lebak ke 191 tahun ini untuk mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak pro rakyat.

Beberapa tuntutan mereka, diantaranya pemerataan pembangunan di 28 kecamatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, persoalan agraria, hingga evaluasi kenaikan anggaran kunjungan kerja DPRD Lebak yang nilanya mencapai Rp 34 miliar.

Insiden saling dorong antara aparat polisi dengan mahasiswa terjadi lantaran pendemo geram karena tidak bisa menemui Bupati dan ketua DPRD Lebak. Ketua umum HMI-MPO Aceng Hakiki nyaris adu jotos dengan aparat saat hendak membakar spanduk dan sejumlah atribut aksinya.

“Kami datang kesini menuntut janji-janji pemerintah yang tertuang dalam visi misi Bupati Lebak. Kami ingin ada pemerataan pembangunan seperti infrastruktur jalan, jembatan, rumah layak huni, serta peningkatan kualitas pendidikan,” kata koordinator aksi, Yusup Permana dalam orasinya.

Sementara itu, menanggapi tuntutan mahasiswa, Asda I Pemda Lebak, Alkadri mengapresiasi mahasiswa yang telah melaksankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

“Aksi yang disampaikan temen-temen HMI ini menjadi bahan evaluasi kami. Karena setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak semuanya mulus. Untuk itu harus ada kontrol dari masyarakat karena bisa saja dalam kebijakan itu ada sesuatu yang keliru atau terlewat,” kata Alkadri. (Ali/Red)