Beranda Pilkada Serentak 2020 Rebut Dukungan Suara, Balon Wakil Walikota Cilegon Andalkan Pendekatan Personal

Rebut Dukungan Suara, Balon Wakil Walikota Cilegon Andalkan Pendekatan Personal

365
0
Panlih saat menyerahkan berkas tanda terima pendaftaran Calon Wakil Walikota Cilegon, Reno Yanuar. (Foto : Gilang)

CILEGON – Panitia Pemilihan (Panlih) Calon Wakil Walikota Cilegon Sisa Masa Jabatan 2016-2021, resmi menerima berkas pendaftaran dua pasangan bakal calon (balon) Wakil Walikota, Kamis (4/4/2019). Keduanya yakni Ratu Ati Marliati yang diusung partai Golkar dan Reno Yanuar yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Ketua Panlih Calon Wakil Walikota Cilegon Sisa Masa Jabatan 2016-2021, Sihabudin Syibli menyebutkan kendati diusung oleh masing-masing satu partai politik (parpol) di parlemen, namun hal itu tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku, kendati diketahui pada awalnya kursi yang diperebutkan berdasarkan usungan 9 parpol koalisi yang ada di DPRD Cilegon.

“Dalam pasal 176 Undang Undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah, calon (Wakil Walikota) itu (diusung) parpol atau gabungan parpol yang berhak merekomendasikan. Dengan demikian, satu parpol pun sudah cukup, selama dia adalah pengusung. Yang terpenting nanti yang memilihnya tetap anggota dewan,” ujar Sihabudin.

Menurut Sihab, pola pengusungan bakal calon oleh satu parpol tersebut lebih menjaga nilai-nilai demokrasi di parlemen. “Karena nanti kan ada one man one vote. Jadi sembilan parpol itu tidak harus bersepakat dulu. Jadi kan (parpol koalisi 2016) tidak harus bersepakat dulu, karena dalam aturannya sendiri yaitu (bakal calon diusung) partai politik atau gabungan partai politik. Artinya, kalau masih ada lagi parpol lainnya di parlemen yang datang, mendaftarkan calon, ya sah-sah saja selagi masih buka pendaftarannya,” terangnya.

Di bagian lain Sekretaris DPD II partai Golkar Cilegon, Sutisna Abas belum dapat membeberkan siapa saja parpol di parlemen yang akan memberikan dukungan pada Ratu Ati Marliati, lantaran hingga saat ini komunikasi politik yang masih teris berjalan.

“Yang pasti, (berkas) yang kita serahkan adalah calon dari Golkar. Sedangkan dukungan-dukungan dari partai lain kita sambil jalan menuju tanggal 12 (12 April, Paripurna Pemilihan Wakil Walikota). Kita sudah mengantongi SK DPP. Dalam hal ini kita bukan bicara partai koalisi lagi, karena yang akan memilih adalah seluruh partai koalisi, jadi bagaimana caranya kita berkoalisi dengan person-personnya,” katanya.

Senada dikatakan Reno Yanuar yang ditemui usai mendaftar. Ia mengaku sudah membulatkan tekadnya untuk mengikuti kontestasi elit di birokrasi tersebut kendati harus mengorbankan satu kursi partainya di parlemen.

“(Berkas dukungan parpol) yang kita lampirkan baru PDI Perjuangan, sudah ada beberapa partai juga, tapi yang kita lampirkan baru (SK DPP) PDI Perjuangan,” katanya.

Dengan bekal sisa tiga kursi yang ada, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon ini akan berjuang keras untuk mengumpulkan dukungan dari total 34 suara di parlemen. Mengingat lawan kandidatnya sendiri, Ati Marliati maju dengan bekal dukungan 10 kursi partai Golkar.

“Insya Allah kita optimis, kita lihat nanti perjalanannya. Karena pemikiran saya cuma satu, bagaimana Kota Cilegon ini sejahtera secara merata, itu saja,” katanya. (dev/red)