Beranda Komunitas Reboisasi Gunung Pulosari Pandeglang, AOPGI Banten: Penghijauan dan Tanam Keasadaran

Reboisasi Gunung Pulosari Pandeglang, AOPGI Banten: Penghijauan dan Tanam Keasadaran

Beberapa pekerja menyaipakan bibit tanaman endemik untuk reboisasi Gunung Pulosari di Pandeglang. (Istimewa)

TANGERANG – Gerakan penghijauan di Banten kembali digelorakan. Program Reboisasi Pulosari Lestari hadir bukan sekadar menanam pohon, tapi membangun kesadaran kolektif untuk menyelamatkan ekosistem.

Inisiator program, Deni Ahmad Fanani, Ketua Umum AOPGI Banten, menegaskan reboisasi harus menyasar akar persoalan lingkungan, bukan hanya seremoni tanam.

“Ini langkah strategis memulihkan keseimbangan ekosistem, dengan menanam tanaman endemik yang beragam,” tegas Deni, Rabu (8/4/2026).

Melalui Green Safety Initiative, program ini menggabungkan empat fokus utama, yaitu, konservasi lingkungan, edukasi, keselamatan aktivitas alam terbuka, dan partisipasi publik.

Kegiatan tak hanya berupa penanaman, tetapi juga pelatihan dan kampanye lingkungan berbasis komunitas.

Deni menekankan, dampak terbesar bukan pada pohon yang tumbuh, melainkan kesadaran yang tertanam.

“Pohon butuh waktu untuk besar, tapi kesadaran harus tumbuh sejak sekarang dan bertahan lama,” ujarnya.

Program ini melibatkan pelajar SMA/SMK, mahasiswa Mapala, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat umum.

Koordinator Umum Daden Hilmansyah dan Koordinator Lapangan Heru Stiawan mengonsolidasikan berbagai pihak untuk memastikan gerakan berjalan masif.

Pendanaan berasal dari skema Green Small Grants Kementerian Kehutanan, dengan dukungan sejumlah lembaga seperti Pattiro Banten, KLH, serta Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Aksi puncak akan digelar di kawasan Gunung Pulosari pada 19 April 2026, difasilitasi pemilik Villa Mas Gunung Pulosari, Jamroni.

Saat ini panitia mematangkan persiapan, mulai dari pemetaan lokasi, seleksi bibit endemik, hingga pembekalan teknis bagi peserta.

Gerakan ini menargetkan lebih dari sekadar penghijauan yakni memulihkan fungsi ekologis sekaligus membentuk budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd