Beranda Pemerintahan Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung – Labuan Mulai Digarap

Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung – Labuan Mulai Digarap

Direktur Utama (Dirut) PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro bersama Meneri Perhubungan Budi Karya Sumardi saat meninjau lokasi reaktivasi jalur Rangkasbitung - Labuan. (Foto: Ali/bantennews.co.id)

LEBAK – Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jakarta –  Banten mulai menggarap reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung – Labuan yang selama ini lumpuh.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebak, Ajis Suhendi mengaku berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak reaktivasi jalur KA Rangkabsitung – Labuan akan mulai berproses dengan tahapan awal survei dan foto lokasi melalui udara menggunakan drone.

“Ya betul, hari ini Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak diminta untuk mendampingi survei lokasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan dengan titik 0 nya di stasiun KA Rangkasbitung,” kata Ajis, Rabu (23/1/ 2019).

Menurutnya, survei dan foto lokasi melalui udara akan berlangsung selama 3 hari terhitung sejak 22 hingga 25 Januari 2019.

“Yang suveinya ada tim dari Kementerian Perhubungan khususnya dari Balai teknik Perkeretaapian wilayah Jakarta –  Banten, kita (Dishub) hanya melakukan pendampingan saja,” katanya.

Kata Ajis, Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut baik terobosan yang dilakulan Kementerian Perhubungan dengan melakukan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan. Pasalnya hal tersebut selaras dengan visi Kabupaten Lebak yang tengah menggenjot sektor pariwisata untuk mendongkrak perekonomian warga.

Lebih lanjut Ajis menjelaskan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan untuk menunjang pariwisata Lebak akan semakin memperkuat positioning destinasi wisata. Pariwisata di wilayah selatan sendiri didominasi wisata pantai mulai dari wisata pantai di Lebak Selatan sebagai penghubung jalur timur Jawa barat dengan Geopark Ciletuh dan Ekstensi jalur barat interkoneksi dengan KEK Tanjung Lesung.

“Ini masa depan yang cerah untuk Kabupaten Lebak, kita berharap dalam pelaksanaannya bisa berjalan,” ucapnya.

Sementara Kepala Dishub Lebak, Sumardi mengatakan berdasarkan hasil pertemuan dengan Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jakarta – Banten pemerintah pusat melalui APBN 2019 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk proses tahap awal reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan.

“Alhamdulillah, mulai hari ini kita mendampingi untuk survei dan foto lokasi melalui udara, dan tahap awal penertiban akan dilakukan pada tahun ini,” katanya.

Sumardi berharap proses reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan ini dapat didukung masyarakat terutama saat penertiban bangunan yang terdapat di sepanjang jalur KA.

“Semoga masyarakat bisa mendukung, terutama mereka (warga) yang mendirikan bangunan di sepanjang jalur rel,” pungkasnya. (Ali/Red)