Beranda Politik Rayakan HUT Partai ke-18, DPC Gerindra Cilegon Renovasi Rumah Warga

Rayakan HUT Partai ke-18, DPC Gerindra Cilegon Renovasi Rumah Warga

Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon Heldy Agustian (kedua kiri) meninjau lokasi pembangunan rumah janda. (Maulana/bantennews)

CILEGON – DPC Partai Gerindra Kota Cilegon melakukan aksi sosial dengan membangun rumah milik Syafiah, seorang janda yang tinggal di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra.

Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan bahwa renovasi rumah tidak layak huni ini merupakan program dari pengurus pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan di setiap daerah.

“Kami mengadakan bedah rumah ini setelah dilakukan survei. Rumah Ibu Syafiah sering kebanjiran, atapnya bocor, dan tidak memiliki WC. Insya Allah semua masalah itu akan diselesaikan oleh Gerindra dengan bantuan masyarakat sekitar,” ujar mantan Wali Kota Cilegon periode 2021–2024 itu, Rabu (28/1/2026).

Awalnya, renovasi hanya direncanakan pada bagian atap rumah. Namun setelah dilakukan peninjauan langsung, ditemukan banyak kerusakan lain di rumah yang dihuni Syafiah bersama dua anaknya.

“Tadi kita juga mendengar bahwa rumah ibu ini tidak memiliki WC dan sering kebanjiran karena lantainya rendah. Akhirnya kita putuskan untuk menambah perbaikan supaya rumahnya lebih layak dan aman,” kata Helldy.

Pada momentum HUT ke-18 ini, Partai Gerindra mengusung tagline Kompak, Bergerak, dan Berdampak. Helldy berharap program renovasi rumah tidak layak huni ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Syafiah mengucapkan terima kasih kepada DPC Gerindra Kota Cilegon atas kepedulian terhadap kondisi rumahnya.

“Alhamdulillah senang sekali. Sebelumnya pernah mengajukan perbaikan ke pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini harus menumpang buang air besar di toilet terminal bus yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.

“Kalau mandi di rumah, tapi kalau buang air besar di terminal. Sudah sekitar 25 tahun tidak punya WC,” tutupnya.

Baca Juga :  Sedih! Seorang Nenek Renta Tinggal di Gubuk Reot

Penulis: Maulana
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd