SERANG — Memperingati Hari Bumi 22 April 2026, Telkomsel kembali menggerakkan program Telkomsel Jaga Bumi Movement di berbagai daerah. Program ini menargetkan aksi nyata masyarakat untuk menekan emisi karbon sekaligus memperluas partisipasi publik.
Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi menegaskan, perusahaan membuka ruang kolaborasi agar masyarakat mudah terlibat dalam aksi lingkungan.
“Telkomsel menyediakan ekosistem dari kompetisi inovasi hingga fitur penukaran poin menjadi pohon,” kata Fahmi, Jumat (24/4/2026).
Fahmi menjelaskan, Telkomsel menggerakkan program ini melalui tiga pilar utama. Pertama, Future Impact Challenge yang mengajak generasi muda usia 15–35 tahun menciptakan solusi inovatif isu lingkungan.
Kedua, Talkshow Series yang mempertemukan pakar, komunitas, dan pelaku industri dalam diskusi isu iklim hingga ekonomi sirkular.
“Ketiga, aksi penanaman pohon dan lokakarya di sejumlah daerah seperti Bogor, Palu, Sumatera Barat, dan Yogyakarta,” ucapnya.
Tak hanya itu, lanjut Fahmi, Telkomsel juga mempermudah pelanggan berkontribusi lewat program carbon offset.
“Pelanggan bisa menukar Telkomsel Poin menjadi pohon melalui aplikasi MyTelkomsel atau SMS, lengkap dengan laporan perkembangan yang dikirim berkala,” ujarnya.
Di sektor pengelolaan limbah, Telkomsel menggandeng mitra untuk mendaur ulang plastik dari kartu SIM dan limbah lainnya menjadi produk bernilai guna seperti paving block hingga tempat sampah. Perusahaan juga mengolah pakaian bekas karyawan menjadi produk baru.
Telkomsel turut menggerakkan karyawan melalui berbagai inisiatif internal ramah lingkungan. Sejak 2022, program ini berhasil melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan, menanam lebih dari 39 ribu pohon di 13 daerah, serta menyerap lebih dari 83 ton emisi karbon.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
