Beranda Berita Rawan OYDV, Bibit Bawang Merah Asal Nganjuk Diperiksa Ketat

Rawan OYDV, Bibit Bawang Merah Asal Nganjuk Diperiksa Ketat

Petugas Badan Karantina Pertanian Cilegon memeriksa bibit bawang asal Nganjuk - foto istimewa

CILEGON – Badan Karantina Pertanian Cilegon melakukan sertifikasi pada bibit bawang merah sebanyak 5.000 kg asal Nganjuk tujuan Medan. Petugas pun melakukan pemeriksaan ketat sebelum menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.

Rani Dessy Karyani, Analais Karantina Tumbuhan memastikan bahwa bibit tersebut tidak membawa Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari golongan virus seperti Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV).

“Kami melakukan pengujian pada bibit bawang merah untuk mendeteksi OYDV menggunakan metode uji enzym Linked immunosobent assay (elisa),” ujar Rani melalui siaran tertulis, Sabtu (16/1/2021).





Menurutnya, uji elisa digunakan karena relatif mudah, cepat, sensitif, akurat dan dapat digunakan untuk skala besar. Metode ini menjadi sangat sensitif dan akurat, karena penggunaan antibodi yang khas hanya bereaksi dengan virus yang bersangkutan.

Bepedoman Permentan nomor 25 tahun 2020 tentang Jenis Penggangu Tumbuhan Karantina, Arum Kusnila Dewi Kepala Karantina Pertanian Cilegon menyampaikan bahwa OYDV telah ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok, Sumbawa) dan Sulawesi Selatan.

“Tetapi belum ditemukan di Pulau Sumatera, makanya kita harus cegah OYDV agar tidak sampai disana,” jelas Arum.

Bertepatan dengan hal ini, lima mahasiswi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenalkan bagaimana cara deteksi OYDV saat melaksanakan kegiatan praktik kerja lapang (PKL).

“Kami kenalkan cara deteksi OYDV yang dimaksud, merupakam metode deteksi secara serologis yaitu elisa untuk target uji OYDV, yang merupakan upaya karantina tumbuhan dalam mencegah tersebarnya OPT/ OPTK ke daerah tujuan yaitu Medan,” pungkas Arum.

(Red)