
SERANG – Sebanyak 193 kepala keluarga atau 504 jiwa terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cibodas, Desa Kadu Beureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Warga terdampak saat ini telah mengungsi ke lokasi yang dinilai aman, sementara pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah keselamatan dan kenyamanan warga terdampak, terutama kelompok rentan.
“Dari data yang kami himpun, terdapat 31 lansia, 21 balita dan anak-anak, serta empat ibu hamil. Seluruhnya menjadi prioritas dalam pelayanan dan pemantauan,” ujar Ajat dalam keterangannya.
BPBD bersama instansi terkait telah melakukan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendukung di lokasi pengungsian. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi pengungsi tetap stabil di tengah cuaca hujan yang masih berlangsung.
Selain itu, pemerintah juga telah mendistribusikan toilet darurat dari Kementerian PUPR guna menunjang sanitasi di lokasi pengungsian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah munculnya penyakit di kalangan pengungsi.
Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban meninggal maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 97 unit rumah warga dilaporkan terdampak akibat longsor.
BPBD mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat masih terdapat potensi longsor susulan apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Pemerintah daerah memastikan penanganan akan terus dilakukan secara intensif hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman dan warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
Tim Redaksi