LEBAK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 351 warga Lebak berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 227 pekerja.
Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Chaeruliyanto, mengatakan kenaikan tersebut mencapai 124 orang.
“Terjadi peningkatan sekitar 124 pekerja di tahun 2025. Dengan Arab Saudi menjadi negara tujuan terbanyak, mencapai 199 pekerja,” ujar Rully saat dihubungi, Senin (4/5/2026).
Selain Arab Saudi, terdapat 15 negara tujuan lainnya, yakni Brunei Darussalam, Bahrain, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Qatar, Singapura, Slovakia, Taiwan, Turki, Uni Emirat Arab, Yordania, hingga Zambia.
Rully menjelaskan, penempatan PMI tersebut terbagi dalam beberapa mekanisme, yaitu penempatan perorangan sebanyak 150 orang, melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sebanyak 199 orang, serta perpanjangan kontrak sebanyak dua orang.
Adapun jenis pekerjaan yang dijalani PMI asal Lebak meliputi sektor formal, seperti perawat bayi, perawat lansia, pekerja salon aksesoris kendaraan, penjaga toko, pekerja pabrik, perbengkelan, hingga petugas keamanan.
Menurutnya, meningkatnya minat warga Lebak bekerja ke luar negeri dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah.
“Banyak warga Lebak memilih bekerja ke luar negeri karena desakan ekonomi dan minimnya lowongan kerja di daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya minat bekerja ke Arab Saudi tidak hanya karena kebutuhan tenaga kerja dan kemudahan administratif, tetapi juga dipengaruhi faktor budaya dan agama.
“Banyak pekerja yang memilih ke Arab Saudi karena bisa sekalian menjalankan ibadah umrah atau haji,” pungkasnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
