PANDEGLANG – Sebanyak 126 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) direncanakan bertugas di Kabupaten Pandeglang. Namun, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang belum menerima data resmi penempatan maupun memastikan status surat tugas mereka.
Persoalan ini muncul ketika pembangunan gerai koperasi belum seluruhnya tuntas dan kesiapan operasional masih harus melalui verifikasi. Di sisi lain, rekapitulasi sementara menunjukkan sejumlah manajer berasal dari luar daerah, bahkan luar Provinsi Banten.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi DKUPP Pandeglang, Dindin Herdiansyah mengatakan, angka 126 manajer itu berasal dari data sementara. Hingga hari ini, Rabu (14/10/2026), pihaknya masih menunggu data resmi dari pemerintah pusat.
“Kementerian Koperasi (Kemenkop) sudah memberikan arahan agar manajer yang ditempatkan menghadap dinas, tetapi sampai hari ini mereka juga belum datang,” kata Dindin.
Rekapitulasi sementara mencatat sekitar 9 hingga 10 manajer berdomisili di Sumatera Barat. Sejumlah manajer lainnya berasal dari Kota Serang, Kabupaten Tangerang, hingga Kota Malang, Jawa Timur.
DKUPP memperoleh rekapitulasi tersebut dari seseorang yang sebelumnya bertugas sebagai pendamping atau Business Assistant (BA) Koperasi Merah Putih. Namun, Dindin menegaskan, dinas belum menerima dokumen resmi sebagai dasar untuk memastikan data penempatan itu.
Menurut Dindin, penempatan lintas daerah berkaitan dengan penyesuaian domisili manajer dan kebutuhan koperasi yang siap beroperasi.
Berdasarkan informasi yang dia ketahui, sekitar 70 persen penempatan manajer secara nasional masih sesuai dengan domisili, sedangkan sisanya harus bertugas lintas kabupaten hingga provinsi.
Meski begitu, DKUPP Pandeglang belum bisa memastikan apakah seluruh manajer dalam rekapitulasi tersebut sudah menerima surat tugas resmi.
“Secara formal, kami belum menerima informasi apakah surat tugas penempatannya sudah diterima oleh masing-masing manajer,” ujarnya.
Di tengah ketidakjelasan data penempatan manajer, pembangunan gerai KDKMP di Pandeglang juga masih berlangsung. Dari total 166 gerai, sebanyak 121 gerai tercatat mencapai progres pembangunan 100 persen berdasarkan data pekan sebelumnya.
Namun, penyelesaian bangunan belum otomatis membuat gerai siap beroperasi. Dari 121 gerai tersebut, PT Agrinas Pangan Nusantara baru merekomendasikan 67 gerai untuk menjalani verifikasi dan validasi kesiapan.
Pemkab Pandeglang membentuk tim teknis lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memeriksa kondisi gerai di lapangan. Tim itu melibatkan unsur PUPR, perangkat daerah yang menangani pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, inspektorat, serta DKUPP.
Dindin mengatakan, tim teknis masih memfinalisasi hasil monitoring, verifikasi, dan validasi. Pemeriksaan tersebut menentukan kelayakan sarana sebelum koperasi menjalankan kegiatan operasional.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
