Beranda Pemerintahan Ratusan KK di Tangsel Terdampak Banjir, Pilar Janji Bedah Penyebabnya

Ratusan KK di Tangsel Terdampak Banjir, Pilar Janji Bedah Penyebabnya

Ratusan kendaraan melintasi genangan banjir di Jalan Pamulang Raya, Kota Tangsel. (Ahmad Rizki/bantennews)

TANGSEL — Hujan deras yang mengguyur Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu (4/4/2026) lalu kembali membuka masalah lama, yaitu banjir yang tak kunjung tuntas.

Sedikitnya 25 titik terendam, 13 lokasi dilanda longsor, dan ratusan kepala keluarga terdampak. Sejumlah ruas jalan ikut lumpuh.

Di tengah dampak yang meluas, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel baru akan memulai evaluasi. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyebut, pihaknya masih mengumpulkan data sebelum menentukan langkah konkret.

“Hari ini masih pendataan. Nanti kita lihat penyebabnya, apakah drainase tersumbat atau perlu normalisasi,” kata Pilar, Senin (6/4/2026).

Pernyataan itu memantik pertanyaan soal kesiapan pemerintah menghadapi banjir yang berulang setiap musim hujan.

Pilar mengakui, sejumlah saluran air tidak berfungsi optimal dan membuka opsi normalisasi sungai, termasuk lewat pergeseran anggaran.

“Kalau memang perlu, kita geser anggaran untuk perbaikan,” kata Pilar, Senin (6/4/2026).

Namun persoalan tidak berhenti di teknis drainase. Pilar juga menyinggung rumitnya penanganan karena status sebagian saluran air berada di bawah kewenangan provinsi dan pemerintah pusat.

“Air tidak kenal batas kewenangan. Yang penting bagi warga, banjirnya selesai,” katanya.

Pemkot pun mendorong pemerintah di level atas segera turun tangan jika kerusakan berada di luar otoritas kota.

Selain langkah darurat, rencana jangka panjang ikut disiapkan, seperti penguatan tebing sungai menggunakan bronjong untuk mencegah longsor yang kerap memicu sumbatan aliran air.

Di sisi lain, Pilar menyoroti pelanggaran tata ruang sebagai faktor yang memperparah banjir. Ia menegaskan bangunan yang melanggar aturan harus ditindak tegas.

“Kalau melanggar RDTR, harus dibongkar. Ini soal ruang resapan air,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat aktif melaporkan pelanggaran, termasuk bangunan yang melebihi batas koefisien dasar bangunan.

Baca Juga :  Hujan Deras Rendam Jalan Pamulang Raya Tangsel Picu Longsor

Sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengakui banjir masih menjadi pekerjaan rumah utama, bersama sampah dan kemacetan.

Meski mengklaim ada perbaikan, fakta di lapangan menunjukkan banjir masih berulang dengan pola yang sama.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd