
LEBAK – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Lebak terendam banjir. Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan hektare sawah terancam bahkan telah dinyatakan gagal panen atau puso.
Kepala Bidang Bina Usaha Pertanian dan Perlindungan Tanaman (BUPPT) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Irwan Riyadi, mengatakan bahwa sekitar 50 hektare sawah yang dinyatakan gagal panen berada di Kecamatan Cibadak.
“Ada sekitar 50 hektare sawah yang telah dinyatakan gagal panen, dan seluruhnya berada di Kecamatan Cibadak,” kata Irwan kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Kecamatan Cibadak menjadi titik terparah terdampak genangan air, di antaranya Desa Cimenteng Jaya, Desa Cisangu, Desa Panancangan, dan Desa Bojong Cae. Lahan persawahan di wilayah tersebut terendam cukup lama sehingga tanaman padi mengalami kerusakan parah.
“Memang saat ini air sudah mulai surut, namun tanaman padi sudah rusak dan tidak bisa diselamatkan. Kondisinya dipastikan gagal panen,” ujarnya.
Irwan menambahkan, sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk mengajukan bantuan benih padi pengganti bagi petani yang terdampak gagal panen.
“Secara aturan, bantuan hanya dapat diajukan untuk lahan yang benar-benar dinyatakan puso. Data dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) sudah kami terima dan selanjutnya akan kami sampaikan ke pihak provinsi,” pungkasnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo