Beranda Peristiwa Ratusan Hektare Sawah dan Rumah Warga di Tigaraksa Diterjang Banjir

Ratusan Hektare Sawah dan Rumah Warga di Tigaraksa Diterjang Banjir

Warha beraktifitas di tengah genanagn banjir di Tigaraksa Kabupaten Tangerang. (Sapulloh/bantennews)

KAB. TANGERANG – Sebanyak 30 rumah warga dan 108 hektare sawah di Kampung Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dihantam banjir. Diketahui, tingginya curah hujan memicu Sungai Cimanceuri meluap.

Berdasarkan pantauan BantenNews.co.id, Selasa (13/1/2026), ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 60 sentimeter. Bahkan di sejumlah titik yang berada tepat di bantaran sungai, ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter.

Luapan Sungai Cimanceuri mengalir deras ke permukiman warga setelah menerima kiriman air dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya tanggul di sepanjang bantaran sungai. Warga setempat menyebutkan, setiap kali sungai meluap, rumah mereka hampir selalu terendam banjir.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied menjelaskan, banjir terjadi sejak subuh akibat kiriman air dari hulu sungai. Ia menegaskan, banjir bukan disebabkan oleh hujan lokal, melainkan curah hujan tinggi di wilayah Bogor.

Ia menyebutkan, di Desa Margasari terdapat 30 kepala keluarga yang terdampak banjir. Tinggi air di permukiman warga bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 40 sentimeter, sementara di area terdekat sungai mencapai 1 meter. Fenomena banjir kiriman kerap terjadi meskipun tidak turun hujan di Tigaraksa.

“Kemarin beberapa bulan terakhir enggak ada hujan lokal ini tidak terjadi banjir. Tapi kalau ada kiriman ini dampaknya ke kita,” ujar Cucu di lokasi banjir.

Hingga saat ini, belum ada warga yang mengungsi, warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lokasinya lebih tinggi.

Pihak kecamatan terus melakukan pemantauan bersama BPBD, Koramil, Polsek, serta aparat desa yang berpotensi terdampak luapan lanjutan.

Selain permukiman, banjir juga merendam lahan persawahan seluas sekitar 108 hektare di dua blok di desa ini. Lahan tersebut diketahui merupakan milik perusahaan atau pengembang.

Baca Juga :  RAPBD 2026: Dana Survei Infrastruktur di Kabupaten Tangerang Tembus Rp1 Miliar

“108 hektare yang terdampak, itu pun tanah milik perusahaan, milik developer,” tandasnya.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd