SERANG– Sebanyak 360 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten akan memasuki masa purna tugas sepanjang 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mulai memetakan kebutuhan pengisian jabatan yang ditinggalkan agar tidak terjadi kekosongan berkepanjangan.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih berfokus pada pendataan ASN yang akan pensiun, termasuk posisi jabatan yang ditinggalkan.
“Sekarang kita baru memulai pendataan yang pensiun dulu. Untuk April dan Mei kita data ada berapa orang, jabatannya apa saja, itu masih berproses,” kata Deden, Rabu, (8/4/2026).
Menurut Deden, proses pendataan menjadi tahapan awal sebelum penentuan jadwal pelantikan pejabat untuk mengisi jabatan kosong. Ia menyebut, proses tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
“Belum kita jadwalkan pelantikannya, karena pendataannya masih berjalan. Prosesnya juga cukup panjang, tidak mungkin selesai dalam satu dua minggu,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah ASN yang akan pensiun tahun ini mencapai sekitar 360 orang, mencakup berbagai jenjang jabatan, mulai dari staf hingga eselon II. Namun, rincian jabatan struktural yang terdampak masih dalam proses pendataan.
“Kalau total semuanya, baik staf, eselon III, IV, dan II, itu sekitar 360 orang yang pensiun. Tapi rincian jabatan strukturalnya masih kita data, misal esselon III berapa, IV berapa, itu sedang proses didata,” jelasnya.
Di sisi lain, Deden mengakui saat ini masih terdapat puluhan jabatan kosong di lingkungan Pemprov Banten yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt), terutama pada level eselon III dan IV.
“Kurang lebih sekitar 30 sampai 40 jabatan yang masih kosong, terutama di eselon III dan IV,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan pengisian jabatan akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada sistem manajemen talenta. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menghindari stagnasi dalam rotasi jabatan.
“Kita upayakan tidak ada stagnasi. Sesuai arahan Pak Gubernur dan Pak Wagub, jangan sampai kekosongan terlalu lama. Karena kasihan juga teman-teman yang lain, sudah lama tidak ada pelantikan, jadi menumpuk seperti bottle neck. Misalnya yang kosong 30, tapi yang antre bisa ribuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan akan dilakukan secara objektif melalui mekanisme yang berlaku.
“Semua proses pengisiannya melalui manajemen talenta,” tandas Deden.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten, Ai Dewi Suzana, membenarkan jumlah ASN yang akan pensiun tahun ini berkisar 360 orang.
“Kalau yang pensiun itu sekitar 360-an,” ujarnya.
Menurut Ai, data tersebut bersumber dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan telah terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebutuhan pegawai daerah.
“Data pensiun itu dari BKN, mereka yang memberikan ke kita,” katanya.
Terkait kemungkinan penambahan pegawai, ia menyebut masih akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi ke depan.
“Nanti kita lihat,” pungkasnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi
