Beranda Peristiwa Ramp Door Kapal Patah, Truk Terperosok di Dermaga Empat Pelabuhan Merak

Ramp Door Kapal Patah, Truk Terperosok di Dermaga Empat Pelabuhan Merak

87
0
Ban belakang truk amblas di ramp door KMP Rajabasa (Gilang)

MERAK – Jembatan penghubung ke dermaga (ramp door) milik Kapal Motor Penumpang (KMP) Rajabasa yang baru sandar dan tengah melakukan giat bongkar muatan di dermaga empat Pelabuhan Merak mendadak patah pada Rabu (11/7/2018) malam sekira pukul 19.30 WIB. Insiden itu terjadi saat sebuah Truk Hino dengan nomor polisi BG 8784 IC dari dalam perut kapal akan menyeberang ke jembatan bergerak (moviable bridge) di dermaga tersebut.

Akibatnya, ban belakang truk yang dikabarkan berkapasitas 40 ton itu amblas ke dalam permukaan ramp door yang patah dan tidak dapat menyeberang lantaran beratnya beban muatan.

Pantauan BantenNews.co.id di lokasi kejadian, untuk mengevakuasi badan truk yang naas tersebut semula petugas di lapangan berupaya menariknya dengan menggunakan kabel sling yang tersambung dengan truk dengan nomor polisi BE 8248 CN. Namun upaya itu gagal diduga lantaran kapasitas truk naas yang lebih besar. “Saya jalannya pelan, pas keluar kapal bagian belakang truk nyangkut di ramp door,” ujar Sugi, sopir truk naas.

Terpisah, PT Gunung Makmun Permai (GMP) selaku operator KMP Rajabasa yang dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. “Kayaknya (penyebab insiden patahnya ramp door) sih mobilnya 40 ton. Muatannya itu batubara waktu kita mau bongkar muatan dari Bakau,” ungkap Kholid, Kepala Cabang PT GMP.

Truk saat akan dievakuasi

Sementara itu General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Fahmi Alweni yang ditemui di lokasi kejadian mengaku langsung mengerahkan mobil crane yang tengah bekerja di dermaga enam untuk mengevakuasi truk yang sudah terperosok sekira satu jam tersebut.

“Kalau dari kapasitas kendaraan (truk naas) sih masuk, cuma memang karena aktivitasnya yang tinggi makanya ramp door kapal patah. Kalau (kemampuan) moviable bridge kita sendiri sampai dengan kapasitas 60 ton itu masih bisa dilalui, cuma kan kita memang membatasi,” katanya. (dev/red)