Beranda Olahraga Ramaikan HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Pangarangan Gelar Lomba Panco

Ramaikan HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Pangarangan Gelar Lomba Panco

Kapolsek Pangarangan AKP Acep Komarudin saat menyaksikan lomba adu panco dalam kegiatan HUT Bhayangkara ke -80 yang digelar di Mapolsek Pangarangan. (Istimewa)

LEBAK — Sorak-sorai pecah di halaman Polsek Pangarangan, Sabtu (4/7/2026). Tepuk tangan, teriakan dukungan, hingga gelak tawa bercampur jadi satu saat dua tangan saling mengunci di atas meja panco.

Bukan atlet profesional yang bertanding. Mereka adalah para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari Kecamatan Pangarangan dan Cihara yang datang membawa semangat, tenaga, dan kebanggaan kampung masing-masing.

Dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Pangarangan menggelar lomba adu panco antar-Linmas. Kegiatan sederhana ini justru menghadirkan suasana hangat yang penuh semangat kebersamaan.

Di bawah terik matahari, satu per satu peserta maju. Urat tangan menegang, rahang mengeras, dan sorot mata fokus ke lawan. Begitu aba-aba dimulai, duel kekuatan pun berlangsung sengit.

Namun lebih dari sekadar adu otot, lomba ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan aparat keamanan dan masyarakat dalam suasana santai.

Kapolsek Pangarangan, AKP Acep Komarudin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara sekaligus sarana memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

“Peserta lomba panco ini berasal dari Linmas di dua kecamatan, yakni Pangarangan dan Cihara,” kata Acep.

Menurutnya, Polri ingin membangun kedekatan dengan masyarakat tidak hanya melalui pendekatan formal, tetapi juga lewat kegiatan yang akrab dan membumi.

Lomba adu panco, kata dia, berhasil menghadirkan atmosfer kompetitif yang sehat. Semua peserta bertanding dengan semangat sportivitas dan menjunjung tinggi fair play.

“Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan adu panco ini juga diharapkan bisa memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Setiap pertandingan berlangsung sengit. Sorakan penonton makin keras ketika duel memasuki momen-momen krusial. Ada yang menang cepat, ada juga yang harus berjuang hingga tangan lawan perlahan menyentuh meja.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Bertemu Irak di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Asia U-23!

Di akhir pertandingan, Linmas dari Desa Citeupusen keluar sebagai juara pertama dan membawa pulang hadiah Rp1 juta. Posisi kedua diraih Linmas Desa Ciparahu dengan hadiah Rp750 ribu. Sementara juara ketiga diraih Linmas Desa Pondok Panjang dengan hadiah Rp350 ribu.

Meski hadiah uang tunai menjadi penyemangat, nilai utama dari kegiatan ini justru terletak pada kebersamaan yang terbangun.

Di meja panco itu, bukan hanya kekuatan fisik yang diuji. Solidaritas, sportivitas, dan persaudaraan juga ikut menguat.

HUT Bhayangkara ke-80 di Pangarangan pun terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum yang mempererat hubungan polisi dan masyarakat lewat cara yang sederhana, hangat, dan penuh makna.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd